Prospek Fertigasi untuk Pengelolaan Hara pada Budidaya Lada

Artikel Lada Berita Perkebunan

INFO PERKEBUNAN – Lada (Peper nigrum L.) tergolong tanaman pengkonsumsi hara tinggi. Sekitar 20-50% dari total pembiayaan input produksi lada adalah untuk penyediaan pupuk. Oleh karena itu, teknis pengelolaan hara menjadi faktor penentu yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan efisiensi budidaya lada. Praktek pemupukan lada secara konvensional umumnya masih bermasalah pada kurang sinkronnya komposisi, dosis, dan proporsi pemberian hara dengan kebutuhan tanaman lada, sehingga menyebabkan pertumbuhan dan produktivitas aktual jauh di bawah potensinya. Melalui aplikasi teknologi fertigasi memungkinkan untuk mengatur komposisi dan dosis hara secara tepat sesuai dengan perkembangan fisiologis tanaman, sehingga selain penggunaan hara menjadi lebih efisien, juga memberikan efek positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman menjadi lebih maksimal. Beberapa hasil penelitian sebelumnya membuktikan bahwa penerapan teknologi fertigasi pada kelompok tanaman hortikultura dapat mengefisienkan penggunaan hara hingga 25-40% dibandingkan cara pemupukan konvensional, dengan disertai tambahan pendapatan pada kisaran 10-15%. Meskipun secara teknis fertigasi terbukti menguntungkan, namun penerapannya pada budidaya lada di Indonesia justru belum berkembang. Beberapa faktor disinyalir sebagai penyebab antara lain faktor kurang fahamnya petani lada terhadap keunggulan teknologi fertigasi, investasi pembiayaan yang dianggap masih mahal, dan belum tersedianya alternatif teknologi fertigasi yang mudah dan murah pembiayaannya. Tujuan penulisan review ini adalah menguraikan perkembangan teknologi fertigasi dan nilai keekonomian pada beberapa kasus implementasinya pada komoditas komersial lain, serta perspektif aplikasinya pada budidaya lada.

Link terkait : Prospek Fertigasi untuk Pengelolaan Hara pada Budidaya Lada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *