Program BEKERJA Kementan Sebagai Model Pengembangan Kawasan Berbasis Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (Ayam KUB)

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) sebagai Penanggung Jawab Supervisi program Bekerja di Kabupaten Garut melakukan pendampingan pada saat distribusi day old chicken (doc), pakan, vaksin dan obat-obatan serta sarana pendukung lainnya di Kecamatan Malangbong (Desa Lewo Waru, Kutanagara, dan Sakawayana) serta monitoring pasca distribusi ayam kampung di Kecamatan Pakenjeng (Desa Jayamekar, Jatiwangi, dan Sukamulya) Kabupaten Garut. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 – 20 Desember 2018.

Pendampingan dilakukan untuk membantu kelancaran distribusi bantuan, sedangkan monitoring bertujuan untuk mengetahui progress program BEKERJA, kendala yang dihadapi serta memberikan saran tindak lanjut agar program ini dapat terlaksana dengan baik, lancar, berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan dan pemenuhan protein bagi keluarga petani.

Pada hari selasa (18/12/18) BPTP Jawa Barat sebagai penanggung jawab pengadaan dan pelaksana program Bekerja di Kab. Garut telah mendistribusikan bantuan di empat desa penerima bantuan Bekerja yaitu Desa Kutanagara sebanyak 157 RTM (7.850 ekor doc), Desa Cihaur Kuning 21 RTM (1.050 ekor doc), Desa Sakawayana 65 RTM (3.250 ekor doc), dan Desa Lewo Baru 29 RTM (1.450 ekor doc).

Tim monitoring Puslitbangbun diterima oleh pemerintah desa setempat. Pemerintah desa sangat mengapresiasi bantuan ayam kampung dari Kementan, dan turut mendukung program ini bagi kepentingan petani di desanya. Sebagian besar RTM memiliki lahan walaupun kecil untuk tempat kandang, namun beberapa diantaranya tidak memiliki lahan. Ketiadaan tempat atau lahan untuk kandang tidak menjadi penghalang bagi sebagian kecil RTM (tiga RTM) karena mereka bersinergi dengan pendampingnya untuk memanfaatkan lahan pendamping, sedangkan pendamping mendapatkan manfaat dari kotoran ayam sebagai sumber pakan bagi ikan-ikan. Kandang ditempatkan di atas kolam ikan. Integrasi budidaya ayam dan ikan menjadi model yang berpotensi untuk dikembangkan nanti.

SelanjutnYa tim berkunjung ke Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, sebagai Kecamatan yang pertama menerima bantuan program Bekerja Kementan untuk melakukan monitoring pasca distribusi. Tim berkunjung ke Desa Jayamekar, Jatiwangi, dan Sukamulya. Di Desa Jayamekar, telah dibagikan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) sebanyak 7.350 ayam doc yang diserahkan kepada 147 RTM di 3 lokasi yaitu: kampung Halimun, kampung Cempaka, dan kampung Arinem pada tanggal 10 Agustus 2018 yang lalu. Tim diterima oleh pemerintah desa dan tenaga pendamping di wilayah tersebut.

Ayam yang dibagikan sudah berumur sekitar 4 bulan dan mengalami perkembangan yang cukup baik dengan berat antara 1,8 – 2,4 kg/ekor. Dari 50 ekor ayam yang diterima per keluarga, saat ini sebagian besar masih ada, dan sebagian kecil sudah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, yang lain mengalami kematian karena faktor teknis sewaktu distribusi dan akibat serangan penyakit. Pada umumnya program BEKERJA di wilayah ini cukup berhasil, walaupun ada beberapa yang perlu mendapatkan perhatian karena penanganan yang kurang baik dan serangan penyakit.

Program “BEKERJA” diharapkan dapat berkembang menjadi Program Pengembangan Ayam KUB berbasis rumah tangga petani dan sebagai model pengembangan kawasan berbasis ayam KUB. Untuk mencapai tujuan tersebut dan menjamin keberlanjutannya, maka perlu dilakukan langkah antisipatif setelah 6 bulan bantuan pangan selesai.

Langkah tersebut meliputi: (1) Penguatan lembaga ekonomi desa, (2) Mempersiapkan unit bisnis tingkat desa (bumdes atau koperasi) untuk melaksanakan kegiatan: (a) pengembangan pakan lokal, (b) pembibitan ayam, (c) penyaluran produk ternak, dan (3) Pendampingan aspek teknis dan kewirausahaan. Peran Badan Litbang Pertanian Kementan masih sangat diperlukan dalam proses transfer teknologi usaha ternak dan pengelolaan pakan lokal serta pengembangan model bisnis berbasis ayam dan usaha pertanian lainnya.

Atas hal tersebut, diharapkan dapat terus dilanjutkan kegiatan pendampingan dan Bimtek dalam rangka transfer teknologi, serta diperkuat koordinasi dengan lembaga terkait untuk tindak lanjut ke depan. (Tim Puslitbangbun)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *