Program BEKERJA Kementan: Harapan Baru Bagi Perbaikan Taraf Hidup Petani di Kab. Garut

Aktifitas Puslitbangbun Highlight Upsus

BEKERJA, PERKEBUNAN – Kementerian Pertanian berperan aktif menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia melalui program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) berbasis pertanian terintegrasi di 100 kabupaten yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi, antara lain di Kab. Garut, Jawa barat. Pada tahun 2018, sebanyak 10.777 rumah tangga miskin (RTM) mendapatkan bantuan bibit ayam Kampung Unggul Balitbangtan (ayam KUB), dan bahan pendukung seperti pakan, vaksin, obat-obatan dan vitamin, serta kandang. Selain itu, RTM akan diberikan juga benih komoditas sayuran yang bisa berproduksi dalam jangka pendek, dan komoditas buah-buahan (manggis). Empat kecamatan di Kab Garut yang akan menerima bantuan adalah Kec. Pakenjeng, Sukaresmi, Leles dan Malangbong.

Distribusi bibit doc (day old chicken) sudah dilakukan sejak awal Agustus 2018, dan hingga saat ini, sekitar 98.200 ekor DOC sudah disalurkan kepada 1.964 RTM di Kecamatan Pakenjeng kab. Garut Jawa Barat. Sebelum bantuan diberikan, para RTM dibekali dengan pengetahuan cara memelihara ternak ayam dan komoditas sayuran serta buah-buahan melalui kegiatan bimbingan teknis (BIMTEK). Selain memberikan BIMTEK, setiap 50 RTM didampingi oleh satu orang tenaga pendamping desa yang secara aktif berkoordinasi dengan anggota kelompok untuk memastikan kegiatan pemeliharaan ayam dapat berlangsung dengan baik. Pendamping RTM diharapkan dapat berperan juga untuk membangun kelembagaan petani atas dasar kesamaan kepentingan dan komoditas agar peningkatan dan pengembangan usaha dapat tercapai.

Dalam rangka memastikan bahwa program BEKERJA berjalan sesuai perencanaan, maka dilakukan kegiatan monitoring dengan mendatangi beberapa RTM dan melihat pertumbuhan dan kondisi ayam yang diberikan. Monitoring dilakukan oleh tenaga ahli dari Balai Penelitian ternak (BALITNAK), Puslitbangbun, didampingi oleh Kepala Desa dan tim pendamping desa untuk masing-masing kelompok RTM.

Dr. Tatan Kostaman dan Endang Sutedi, S.Si selaku peneliti dari Balitnak menjelaskan, “ayam KUB yang sudah berumur 4 minggu di masing-masing RTM mayoritas berada dalam kondisi yang baik, dilihat dari kondisi dan berat badan ayam. Kepala Puslitbang Perkebunan selaku penanggung jawab program BEKERJA Kab. Garut yang diwakili oleh Kepala Bidang KSPHP Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc, Ph.D yang juga turut serta dalam kegiatan monitoring menjelaskan, monitoring sangat perlu dilaksanakan sebagai upaya antisipatif terhadap potensi masalah yang mungkin timbul, baik itu terkait dengan kondisi perkembangan dan kesehatan ayam, maupun masalah yang bersifat teknis dan administratif dalam Program BEKERJA Kementerian Pertanian ini”. Diyakini bahwa program BEKERJA ini akan berjalan dengan baik bila ada kerjasama dari sejumlah pihak terkait, termasuk RTM yang menerima bantuan, untuk terus berupaya menjaga kondisi perkembangan ayam hingga mampu memproduksi telur di usia 22 s/d 24 minggu nanti.

Beberapa RTM mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah khususnya Kementerian Pertanian yang telah memberikan bantuan bibit ayam. “Semoga ayam ini bisa membantu meningkatkan pendapatan kami setiap bulannya,” Ujar Iis, salah satu RTM yang menerima bantuan Program BEKERJA di Desa Jayamekar Kec. Pakenjeng Kab. Garut, Rabu (12/09/18).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *