Produk Perkebunan Indonesia Semakin Diminati Konsumen dan Pasar Global

Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Nilai ekonomi suatu komoditas pada umumnya akan meningkat tinggi dan diminati konsumen serta pasar jika komoditas tersebut disiapkan dengan baik menurut standard mutu dan keamanan lokal dan global, sejak pemilihan benih, penanaman dan prosessing. Satu hal yang tak kalah penting juga yakni kemasan produk yang menarik, aman, dan dilengkapi dengan informasi detail tentang produk tersebut. Produk-produk bermutu seperti itu, termasuk produk berbasis tanaman perkebunan sebagai hasil anak bangsa dipamerkan dalam “Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 2019 pada 16 – 20 Oktober 2019, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City Banten.

Pameran dan beberapa program lain yang dilaksanakan seperti TTI seminar, talk show, regional discussion, business counselling, export start-up competition, business matching, misi dagang mancanegara dan lokal, diselenggarkan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian perdagangan Republik Indonesia. Pelaksana event adalah PT Debindomulti Adhiswati dan PT Indonesia Internasional Expo. Peserta pameran berasal dari pelaku usaha dari seluruh propinsi di Indonesia, dan beberapa perusahaan besar yang sudah lama eksis. Tema TEI kali ini adalah “Moving forward to Serve the World”. TEI dibuka dengan resmi oleh Bapak Wakil Presiden RI, Drs. M. Jusuf Kalla.

Menurut penyelenggara, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah 1) untuk mempromosikan produk ekspor Indonesia dan jasa, serta peluang investasi kepada calon buyer; 2) meningkatkan rasa cinta dan bangga masyarakat Indonesia akan produk dan jasa dalam negeri; 3) meningkatkan citra Bangsa Indonesia melalui produk ekspor; 4) mempertahankan ekspor ke pasar utama dan meningkatkan ekspor ke pasar prospektif; 5) meningkatkan diversifikasi produk ekspor; 6) dan meningkatkan diversifikasi pasar ekspor.

Perwakilan dari Puslitbangbun hadir sebagai pengunjung dalam TEI tersebut untuk mendapatkan informasi produk-produk perkebunan yang diminati pasar serta kebutuhan teknologi hasil Litbang yang diharapkan pelaku usaha dan pembeli. Hasil diskusi dengan beberapa pelaku usaha kopi, ternyata selain kopi hitam murni, konsumen juga menyukai kopi yang dicampur dengan bahan tanaman lain seperti buah nanas karena buah nanas bisa menurunkan kadar lemak dll, atau bunga Osmanthus karena buah tersebut memiliki fungsi detoksifikasi. Varian teh dengan berbagai rasa dan aroma juga tersedia menurut selera konsumen. Produk lada dengan aroma yang kuat sangat menarik pengunjung.

Diskusi dengan pelaku usaha produk kelapa dari Sumatera, diperoleh informasi bahwa produk VCO, kopra putih dan Charcoal yang dipamerkan sudah diekspor ke beberapa negara, dan keikutsertaan mereka pada TEI adalah untuk mencari pasar prospektif. Banyak pembeli yang mencari produk MCTs (Mediun Chain Triglycerides) sedangkan produsen di Indonesia belum banyak yang mengembangkan produk tersebut, kata Pak Sulaiman, pelaku usaha kelapa dari Sumatera. Kabid KSPHP Puslitbangbun, Ir. Jelfina C. Alouw, MSc. PhD., mendorong agar pelaku usaha dapat mengembangkan produk ekspor bernilai ekonomi tinggi dan membangun pola kemitraan yang saling menguntungkan dengan petani untuk mengangkat kesejahteraan hidup petani. Alouw selanjutnya menyatakan dukungannya bagi pelaku usaha yang berpihak kepada petani dalam pengembangan produk-produk bernilai tambah tinggi seperti MCTs. (JCA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *