Produk Antivirus Corona Berbasis Eucalyptus Akan Segera Diproduksi Secara Massal

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Produk yang di klaim sebagai antivirus corona berbasis eucalyptus yang belum lama di launching oleh Menteri Pertanian akan segera di produksi secara massal setelah kelengkapan administrasi kerja sama dan proposal pengajuan paten selesai.

Hal ini dilakuka sebagai tindaklanjut dari arahan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Fadjry Djufry. Untuk itu Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) melakukan rapat kerjasama inisiasi kerjasama hilirisasi produk Eucalyptus pada Rabu (13/5/2020).

Rapat Kerjasama hilirisasi dipimpin oleh Kepala Balittro Dr. Evy Savitri Iriani yang dihadiri oleh Kepala Balai BPATP Dr. Ketut G. Mudiarta, kepala BB Pasca Panen Dr. Prayudi Syamsuri, peneliti dari Veteriner sebagai Inventor dan penguji eucalyptus pada efektivitas laboratorium. Selain itu rapat inisiasi kerjasama ini dihadiri pihak ketiga PT. Eagle Indo Pharma sebagai mitra serius untuk lisensi eksklusif.

Pada kesempatan ini disampaikan pemaparan tentang draft pengajuan paten dan naskah kerja sama hilirisasi produk yang direncanakan akan ditandatangani pada hari senin, 18 Mei 2020.

Kepala Balitbangtan menjelaskan, antivirus tersebut telah melalui beberapa proses. Pertama, pengidentifikasian beberapa tanaman herbal seperti temulawak, jahe, jambu biji, dan minyak atsiri. Kemudian melalui uji efektivitas bahan aktif yang terkandung di dalamnya. Setelah itu, hasilnya dibawa ke laboratorium. “Kami sudah mencobanya kepada korban paparan virus Covid-19. Hasilnya sangat baik.

Sebagai informasi, di dunia terdapat 700 jenis eucalyptus dengan beragam kandungan bahan aktif. Bahan aktif utamanya terdapat pada cineol-1,8 yang berfungsi sebagai antimikroba dan antivirus, imbuhnya. “Insyaallah ini akan berhasil”, harap Kabadan.

Terdapat 3 draft kerja sama lisensi paten yang akan disusun yaitu, Formula roll on (PT Eagle Indo Pharma dengan Balittro); Formula inhaler dan teknologi nano enkapsulasi untuk ramuan powder antivirus berbahan eucalyptus (PT Eagle Indo Pharma dengan BB pasca Panen dan bb veteriner).

Harapannya kelengkapan administrasi kerja sama dan proposal pengajuan paten dapat segera di selesaikan, sehingga produk yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menanggulangi pandemi virus corona segera bisa di produksi.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *