Potensi Varietas Unggul Kemiri Sunan sebagai Sumber Energi Bahan Bakar Nabati

Artikel BBN Berita Perkebunan Inovasi Kemiri Inovasi Teknologi Produk Inovasi

BERITA PERKEBUNAN – Pengembangan biodisel untuk menjadi sumber energi alternatif harus mendapat perhatian lebih serius mengingat cadangan minyak bumi yang semakin menipis. Bahan bakar nabati (BBN) telah dijadikan salah satu skenario dalam penyediaan pasokan energi oleh OPEC. Diantara tanaman yang potensial untuk dikembangkan sebagai penghasil biodisel adalah kemiri sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw).

Selain  kandungan minyaknya tinggi, kemiri sunan juga memiliki karakteristik minyak yang khas, pertumbuhan relatif cepat, wilayah pengem-bangan luas (dari dataran rendah hingga 1.000 m di atas muka laut), produktivitas tinggi, dan sangat cocok sebagai tanaman konservasi. Sebagai langkah awal penyelamatan, materi genetik potensial kemiri sunan telah didaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman tanggal 25 Mei 2009.

Hasil pengukuran terhadap beberapa populasi menunjukkan bahwa rendemen minyak kernel tertinggi diperoleh pada Populasi Jumat (Varietas Kemiri Sunan 2), yang berkisar antara 47,21-56,00%. Sedangkan Populasi Cinunuk dan Banyuresmi (Varietas Kemiri Sunan 1) memiliki kandungan minyak masing-masing sebesar 40,00-43,11% dan 38,10-42,00%.

Secara umum, karakteristik fisikokimia minyak kasar dengan komponen-komponen (rendemen minyak, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan iod, viskositas, dan densitas), bahwa karakteristik Varietas Kemiri Sunan 2 terlihat lebih baik dibanding dengan karakteristik Populasi Cinunuk dan Varietas Kemiri Sunan 1 serta dua pembanding lainnya. Hasil analisis DNA terhadap sembilan aksesi kemiri sunan menunjukkan  bahwa terdapat variasi genetik yang rendah.

Hal ini diindi-kasikan dengan adanya satu kelompok besar yang diisi oleh sebagian besar sampel kemiri sunan (Cinunuk, Cidadap, Cicalung, Waru, Varietas Kemiri Sunan 2, Babakan, dan Widara) dengan tingkat kemiripan 100% dan Bodas dengan tingkat kemiripan >90%.

Hasil analisis juga menunjukkan bahwa ada satu sampel (yaitu Varietas Kemiri Sunan 1 asal Garut) yang terpisah cukup jauh dengan delapan sampel yang lain, bahkan dengan satu sampel yang berasal dari daerah yang sama (Cinunuk) dengan koefisien tingkat kemiripannya hampir 65%.

Hal ini menarik untuk dipelajari lebih lanjut karena individu tersebut kemungkinan memiliki kelebihan genetik dengan yang lain, sehingga dapat digunakan sebagai materi genetik untuk program pemuliaan tanaman kemiri sunan di masa depan. Pemuliaan konvensional akan berhasil apabila  persilangan antar individu yang dilakukan mempunyai latar belakang genetik cukup jauh untuk menghasilkan individu turunan dengan variasi genetik yang cukup luas sehingga seleksi akan efektif.

Dengan dilepasnya varietas unggul kemiri sunan diharapkan dapat menambah alternatif baru dalam pengembangan sumber bahan bakar nabati. Dengan kata lain, memanfaatkan sumber daya genetik yang ada menjadi sesuatu yang bernilai tambah. (\SYAFARUDDIN dan AGUS WAHYUDI /BALITTRI)

Kata kunci : Reutealis trisperma (Blanco), varietas unggul, sumber energi alternatif

Diterbitkan dalam publikasi Perspektif  Vol. 11 No. 1 /Juni 2012.

Download file : Klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *