Potensi Tanaman Sagu sebagai Bahan Baku Bioenergi

Artikel Palma Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Indonesia merupakan negara yang mempunyai luas areal sagu terluas di dunia. Karena sagu merupakan penghasil karbohidrat yang dapat dijadikan bahan baku pembuatan etanol, maka Indonsia memiliki potensi terbesar untuk menghasilkan bioetanol sebagai substitusi bahan bakar minyak.

Pengembangan pertanaman sagu sejak dulu masih dalam bentuk hutan, areal pertanaman yang ada 95% tersebar di bagian Timur dan 4,1% berada di kawasan Barat. Produktivitas sangat bervariasi berdasarkan umur dan lokasi dengan kisaran produksi tepung basah 90-700 kg per batang.

Berdasarkan luas areal hutan sagu dengan produktivitas 100 kg tepung sagu dan tanaman panen 30 pohon/ha/tahun, maka total tepung sagu yang dapat dihasilkan seluruh Indonesia dapat mencapai 6,84 juta ton/tahun. Masalah utama dalam pengembangan tanaman sagu adalah varietas unggul dengan produktivitas tinggi dan teknologi budidaya, oleh sebab itu penelitian mengenai hal tersebut dan diseminasinya perlu ditingkatkan.

Selain berpotensi untuk penghasil bioetanol, huta sagu dapat menyerap emisi gas CO2 yang dikeluarkan pada lahan rawa dan gambut, oleh sebab itu Indonesia berpeluang memperoleh kompensasi dari carbon trade. (/M. Syakir, dan Elna Karmawati/Peneliti Puslitbangbun)

Sumber : Perspektif Puslitbang Perkebunan Vol. 12 No. 2, Desember 2013

Download Fulltext : perkebunan_perspektif_vol1222013_1_MSyakir1.pdf.pdf

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *