Potensi Tanaman Kemiri Sunan sebagai Tanaman Reklamasi

Artikel BBN Artikel Kemiri Sunan Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Tanaman kemiri sunan (Reutalis trisperma L.) adalah salah satu tanaman famili karet-karetan (Eoforbia). Mudah beradaptasi di beberapa lingkungan seperti tanah gambut, tanah pasir, tanah liat , dan tanah bekas tambang. Tanaman ini pun tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH rendah <5 dan banyak dikembangkan di dataran rendah sampai tinggi seperti daerah Sumedang, Garut dan Tasik Malaya di Jawa Barat. Daerah bekas tambang timah di Bangka, daerah bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur, dan daerah Batang Karang di Pulau Buru. Tanaman ini pertumbuhannya sangat cepat, pada umur 5 tahun telah mencapai tinggi batang hingga 3-4 meter, dengan kanopinya yang rimbun.

Mempunyai sifat menggugurkan daun sehingga dapat menambah bahan organik dalam tanah, dan 2-3 bulan kemudian rimbun kembali. Pada umur 5 tahun, tanaman kemiri sunan juga telah mulai berproduksi, sebesar 50 kg/pohon/tahun, dan akan terus meningkat sesuai dengan pertambahan umur. Pada umur 10 tahun produksi tanaman kemiri sunan mencapai 150 kg/pohon/tahun atau hampir 13 ton/ha/tahun. Pada umur 25 tahun, tanaman akan mencapai puncak produksinya dengan menghasilkan 300 kg/pohon atau 28 ton/ha/tahun. Kernel buah (daging biji) kemiri sunan mengandung 56% minyak atsiri, yang berpotensi digunakan sebagai bahan pembuat biodiesel pengganti solar.

Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) salah satu UPT lingkup Puslitbang Perkebunan, Badan Litbang Kementerian Pertanian telah menguji coba biodiesel dari minyak kemiri sunan dengan kendaraan dari Jakarta-Bali-Jakarta dengan hasil yang sangat memuaskan. Seratus persen minyak biodiesel dari kemiri sunan dapat digunakan sebagai pengganti solar, tidak hanya untuk mesin statis namun juga mesin bergerak seperti kenderaan roda empat. Tanaman kemiri sunan juga berumur sangat panjang (ratusan tahun). Pada umur 30 tahun, diameter batang kemiri sunan bisa mencapai 2-3 meter, sehingga berpotensi sekali menjadi sumber kayu bangunan yang makin langka.

Tanaman kemiri sunan sangat potensial dijadikan tanaman reklamasi dan bernilai ekonomis. Buah kemiri sunan tidak perlu dipanen, namun akan jatuh dengan sendirinya jika telah matang. Masyarakat dapat mengumpulkannya dan menjual ke pabrik atau pedagang pengumpul. Hal ini tentu saja akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Masa berbuah kemiri sunan sekitar 4 bulan dalam satu tahun, dan kemampuan orang mengumpulkan biji kemiri sunan dapat mencapai 60 kg/hari kerja. Dengan harga biji sebesar Rp. 2.000/kg, maka pendapatan yang diperoleh dapat mencapai Rp. 120.000/hari selama 4 bulan atau sebesar Rp. 14.400.000,-.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *