Potensi Rizobakteri Pemacu Tumbuh Tanaman sebagai Agen Pengendali Hayati Penyakit Tanaman Perkebunan yang Ramah Lingkungan

Artikel Obat Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Sektor perkebunan merupakan salah satu penghasil devisa yang bisa diandalkan dalam era globalisasi, sehingga dalam proses peningkatan produksi tanaman perkebunan diperlukan sarana yang efisien dan ramah lingkungan agar dapat bersaing di pasar global. Pengendalian penyakit tanaman dengan agen pengendali hayati (APH) seperti rizobakteri pemacu tumbuh tanaman (RPTT) perlu dimanfaatkan dalam usahatani perkebunan ramah lingkungan dan berkelanjutan.

RPTT merupakan bakteri pemacu pertumbuhan yang hidup di akar dapat menghasilkan antibiotik, sebagai kompetitor, mengiduksi ketahanan tanaman untuk pengendalian patogen penyakit dan hama serta dapat mensekresikan senyawa-senyawa yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Pemanfaatan RPTT dapat mengurangi penggunaan pestisida sintetis dan pupuk anorganik.

Aplikasi RPTT untuk pengendalian penyakit pada tanaman perkebunan seperti lada, teh, tembakau dan vanilla efektif mengendalikan patogen utama seperti Phytophthora capsici, Phytophthora nicotianae, Fusarium oxysporum, Pseudomonas solanacearum, Rigidoporus lignosis, Exobasidium vexans, Tobaco Mosaic Virus dan nematoda. RPTT mempunyai potensi untuk mengurangi penggunaan pestisida sampai 50% dan dalam budidaya organik RPTT dapat mengganti pemakaian pestisida, terutama bila digunakan secara berkesinambungan.

Indonesia merupakan negara terbesar kedua di dunia yang memiliki kekayaan hayati, termasuk strain RPTT. Potensi ini perlu dikembangkan dan dimanfaatkan untuk membangun perkebunan ramah lingkungan dan berkelanjutan. (/Mesak Tombe/Peneliti Balittro)

Sumber : Perspektif Puslitbang Perkebunan Vol. 12 No. 2, Desember 2013

Download Fulltext : perkebunan_perspektif_vol1222013_4_Mesak.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *