Potensi Pengembangan Kopi di Cianjur dalam Menembus Pasar Dunia

Artikel Kopi Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Proses riset yang berorientasi output teknologi dan outcome untuk peningkatan kesejahteraan petani adalah hal yang mutlak untuk dipenuhi oleh institusi penelitian yaitu Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan dengan memkasimalkan tugas dan fungsi Balai Penelitian. Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui APBN-P 2017 mengalokasikan anggaran untuk produksi benih perkebunan terutama komoditas unggulan daerah bernilai ekonomi tinggi. Program dan kegiatan tersebut pada tahun 2018  memasuki masa pemeliharaan dan distribusi ke calon petani dan lokasi (CP/CL) dengan melibatkan Dirjen Perkebunan. Benih perkebunan di bagi secara gratis ke petani dalam upaya meningkatkan semangat petani untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani.

Upaya tersebut tentu harus didukung oleh peran serta seluruh pihak, terutama dalam hal pembinaan dan pemberdayaan petani melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek). Kegiatan ini ditujukan untuk memperluas/memperdalam pengetahuan petani perkebunan terkait aspek budidaya, pasca panen dan pemasaran  dengan mempertimbangan kualitas produk, kemasan dan promosi. Selain aspek teknis Bimtek juga memperhatikan aspek penguatan kelembagaan ditingkat petani melalui kelompok tani, asosiasi dan lembaga resmi lainnya yang dibentuk pemerintah.

Dalam rangka hal tersebut Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan melalui Sub Bidang Kerjasama melakukan inisiasi sekaligus rintisan kerja sama dengan Pemda Kabupaten Cianjur Jawa Barat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura menggelar Bimtek di Balai Pelayanan Pertanian (BPP)/BPBHTP  Kecamatan Sukanegara dengan tema” Temu Teknis Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Kopi”. Kegiatan tersebut diselenggarakan 13 Februari 2018 dan dihadiri peserta dari perwakilan kelompok tani komoditas perkebunan terpilih dari beberapa kecamatan di Kabupaten Cianjur sebanyak 40 peserta.

Kegiatan menghadirkan beberapa nara sumber salah satunya adalah dari Balittri yaitu Ir. Handi Supriadi (Peneliti Utama) yang memaparkan aspek perkembangan varietas kopi dan pengembangannya secara nasional, aspek budidaya kopi, aspek penanganan pasca panen dan succes story petani kopi nusantara. Dalam bimtek tersebut Kasubid Kerjasama Dr. Saefudin juga menyampaikan program terkait perbenihan Kementan dan perkembangan pasar dunia kopi (aspek teknis, pasca panen dan pemasaran). Tahun 2018 adalah tahun perbenihan komoditas perkebunan dan dalam upaya membangkitkan kembali kejayaan rempah nusantara, untuk itu petani dan seluruh stakeholder harus menyambut dan merespon program tersebut dengan cepat dan terstruktur terutama dalam pengembangan komoditas perkebunan khususnya sebagai komoditas unggulan nasional dan dunia.

Dikesempatan lain Kepala Bidang Produksi Tanaman Perkebunan Ali, S.Hut. T. M. AP menyampaikan, bahwa Kabupaten Cianjur khususnya bagian selatan memiliki potensi komoditas perkebunan yang belum dimaksimalkan pengembangan dan pengelolaanya terutama tanaman teh, karet, kopi, cengkeh, kelapa dalam, tembakau dam serai wangi. Ketujuh komoditas tersebut secara berurut merupakan prioritas untuk dikembangkan dimasa mendatang karena selain memiliki kesesuaian agronomi juga memiliki potensi ekonomi (peningkatan pendapatan petani) yang sangat besar. Namun selama ini kondisi budidaya dan pengembangan komoditas tersebut belum maksimal karena terkendala belum maksimalnya pemberdayaan dan pembinaan petani serta terkendala dari minimnya penganggaran. Untuk itu Bimtek yang merupakan konsekuensi dari kerjasama (MoU) dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan yang melibatkan Balai Penelitian terkait perlu segera dilakukan dan diperkuat dimasa mendatang.

Di akhir kegiatan tersebut, secara simbolis Kasubid Kerjasama menyerahkan bantuan benih kopi arabika dan robusta ke petani sebanyak 200 pohon. Petani berharap kegiatan Bimtek bisa dilaksanakan secara reguler oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortilkultura dan Puslitbang Perkebunan untuk komoditas selain kopi.  Kegiatan tersebut sangat membantu dari aspek penguatan teknis dan pengetahuan/perkembangan global komoditas perkebunan. (Sae 14/12/2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *