Potensi Limbah Kelapa sebagai Pupuk Organik

Artikel Kelapa Berita Perkebunan

INFO PERKEBUNAN – Limbah pertanian, seperti limbah kelapa berupa daun, cangkang dan debu sabut belum dimanfaatkan. Daun kelapa dan cangkang atau seludang bunga kelapa telah menjadi limbah di lingkungan perkebunan, sedangkan debu sabut menjadi limbah di lingkungan pabrik dan untuk penangan-annya membutuhkan biaya cukup besar. Biomassa limbah kelapa yang terdiri dari daun, seludang bunga kelapa kering, dengan rata-rata 5,23 kg/pohon/bulan, berupa daun dan pelepah daun 4,09 kg, tangkai bunga dan seludang 1,14 kg.

Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa kadar hara pupuk kandang dan kompos, kandungan hara (N, Ca dan Mg) pupuk organik limbah kelapa relatif sama dengan pupuk kandang, yang membedakan adalah kadar hara P dan K lebih tinggi pada pupuk organik limbah kelapa sekitar 3,0 – 4,0 kali. Selain itu keunggulan pupuk organik limbah kelapa lebih cepat dibanding dengan kompos dan pupuk kandang yaitu, membutuhkan waktu fermentasi hanya 9 hari, sedangkan kompos dan pupuk kandang membutuhkan waktu fermentasi selama 1 – 2 bulan.

Hasil penelitian penggunaan pupuk organik limbah kelapa berpengaruh positif terhadap parameter pertumbuhan tinggi bibit kelapa pada umur 7 bulan setelah percobaan. Penggunaan pupuk NPK dan organik limbah kelapa berpengaruh sangat baik dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit bibit kelapa. Pupuk organik limbah kelapa layak digunakan sebagai solusi pengganti NPK untuk pertumbuhan bibit tanaman.

Selengkapnya Download fulltext : Info Tekbun 10 (10) 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *