Potensi In-Vivo Selulosa Bakterial Sebagai Nano-Filler Karet Elastomer Thermoplastics

Artikel Karet Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Selulosa bakteri merupakan salah satu biopolimer yang berbentuk pita-pita berukuran nano dengan panjang kurang dari 100 nm dan lebar 2-4 nm. Beberapa bakteri yang diketahui bisa memproduksi selulosa antara lain Acetobacter, Agrobacterium, Alcaligenes, Pseudomonas, Rhizobium, dan Sarcina. Sintesis selulosa bacterial membentuk bundle mikrofibril yang sangat kristalin dengan elastisitas modulus sebesar 78 GPa sama seperti elastisitas modulus dari fiber glass 70 GPa.

Selulosa bakteri memiliki kapasitas simpan air, derajat polimerisasi, dan struktur jaringan yang lebih baik daripada selulosa dari tanaman. Produksi nanofibril selulosa dari selulosa bakteri tidak memerlukan proses penghilangan hemiselulosa dan lignin seperti pada selulosa dari tanaman sehingga nano selulosa bakterial dapat menjadi salah satu bahan baku nano komposit yang potensial bagi pengembangan karet alam atau natural rubber (NR). Nano selulosa bakterial bisa menjadi bahan baku nano komposit yang sangat kuat, lebih kuat daripada nano selulosa yang berasal dari tanaman. Pengembangan karet alam atau natural rubber (NR) mengarah pada pengembangan karet untuk tujuan-tujuan khusus, salah satunya adalah elastomer thermoplastics (ETPs) yang merupakan kelompok material yang menggabungkan karakteristik karet dengan bahan termoplastik yang mudah diproses. Konsep penguatan bahan polimer, seperti NR, dengan nano-filler selulosa melalui mekanisme ikatan karet-bahan pengisi akibat peningkatan interaksi karet-bahan pengisi berukuran nano yang memiliki luas permukaan yang besar. Selulosa bakterial seperti Acetobacter xylinum yang ditumbuhkan dalam medium lateks karet alam, akan mengakibatkan partikel latek yang berukuran 5 nm terperangkap pada matrik selulosa ataupun sebaliknya partikel selulosa bakterial yang terperangkap pada matrik karet alam. Manfaat dari adanya mekanisme ikatan in vivo selulosa bakterial dan matrik karet alam adalah dalam rangka mengembangkan industri karet pada sintesis paduan nano-komposit karet dengan selulosa bakterial guna meningkatkan diversifikasi produk pada komoditas karet alam. Produk yang dihasilkan dapat berupa termoplastik elastomer (karet alam termoplastik) yang memiliki prospek untuk digunakan pada komponen otomotif dan produk-produk khusus lainnya.

Selengkapnya download fulltext…Potensi In-Vivo Selulosa Bakterial Sebagai Nano-Filler Karet Elastomer Thermoplastics

Info terkait: eJurnal Perspektif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *