Potensi Filtrat Teh Hitam Sebagai Pelindung Sinar UV terhadap S/NPV JTM 97 C dalam Mengendalikan Helicoverpa armigera

Artikel Teh Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Helicoverpa armigera adalah hama penting pada tanaman kedelai yang biasa dikendalikan dengan penyemprotan insektisida kimia sehingga perlu dikurangi, salah satunya dengan agens hayati seperti Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus (SlNPV) JTM 97 C. Kelemahan penggunaan SlNPV adalah pada saat diaplikasikan di lapangan keefektifannya dapat menurun setelah terpapar sinar matahari, khususnya sinar ultraviolet (UV) sehingga diperlukan bahan pelindung seperti dari teh hitam yang diketahui mengandung epigallocatechin gallatecaffeic acid, dan apigenin yang dapat berfungsi sebagai pelindung UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi filtrat teh hitam sebagai pelindung sinar UV pada S/NPV JTM 97 C untuk mengendalikan H. armigera. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Kendalpayak, Malang dari Januari-Juni 2015, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Ketujuh perlakuan tersebut adalah:  kontrol S/NPV JTM 97 C tanpa bahan pelindung UV, pembanding S/NPV JTM 97 C dengan bahan pelindung kaolin, serta lima konsentrasi filtrat teh hitam 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; dan 2,5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan bahan pelindung filtrat teh hitam belum mampu memberikan mortalitas larva H. armigera yang lebih baik dari kaolin. Bahan pelindung kaolin menyebabkan mortalitas sebesar 82,50%. Bahan pelindung filtrat teh hitam dengan berbagai konsentrasi yang diujikan belum mampu digunakan sebagai bahan pelindung nabati pada S/NPV JTM 97 C karena hanya menyebabkan mortalitas hingga 47,50%. Untuk mencapai mortalitas larva 50%, maka konsentrasi filtrat teh hitam perlu ditingkatkan hingga 3,57%.

Selengkapnya klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *