Potensi dan Kendala Pemanfaatan Tanaman Sengon sebagai Tiang Panjat Lada

Artikel Lada Berita Perkebunan

INFO PERKEBUNAN – Teknologi budidaya lada berbasis sengon memungkinkan untuk diterapkan dalam pengembangan lada di berbagai wilayah baru atau yang ada tanaman sengonnya. Selain itu jumlah tanaman terserang busuk pangkal batang lada (BPB lada) pada penggunaan tanaman sengon sebagai tiang panjat lebih rendah dibanding tanaman lainnya.

Sengon (Paraserianthes falcataria L) merupakan salah satu tanaman kayu yang termasuk dalam golongan legume (kacang – kacangan), dimana daun sengon lebih rendah mampu menambat N udara bebas serta akarnya yang mampu menyimpan nitrogen, sehingga kandungan N total dalam serasah sangat tinggi yaitu 3,73%. Daun, akar dan kulit batang sengon mengandung saponin dan flavonoida, di samping itu daun dan akarnya juga mengandung polifenol dan kulit batangnya mengandung tannin. Senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa alelopati yang dapat menghambat nitrifikasi berlebihan.

Namun kendala pemanfaatan sengon sebagai tiang panjat lada adalah sengon rentan terhadap hama penggerek batang sehingga dapat mengancam keberlangsungan tanaman lada itu sendiri. Pada saat tanaman keadaan masih produktif (tahun 5 – 6) tanaman sengon mati/rubuh akibat serangan penggerek batang. Untuk pemanfaatan sengon ke depan perlu dicari jenis tanaman sengon yang tahan terhadap penggerek batang dan tekologi yang dapat mengendalikan hama penggerek batang.

Selengkapnya Download fulltext : Info Tekbun 10 (11) 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *