Populasi Komposit Jarak Pagar IP-2

Varietas

Populasi IP-2 berasal dari hasil seleksi populasi IP-1 yang telah diluncurkan tahun 2006. Tingkat produktivitas IP-2 mampu mencapai 2 ton per ha pada tahun I dan diprediksi mampu mencapai 6-7 ton/ha mulai tahun ke-4 pada kondisi optimal. Populasi IP-2 mempunyai umur panen 4 bulan setelah penanaman dengan kadar minyak 33-34%. Populasi komposit jarak pagar IP-2 yang dihasilkan dari Kebun Induk Jarak Pagar meliputi IP-2A dan IP-2M (klon unggul untuk daerah kering) dan IP-2P (klon unggul untuk daerah basah).

Pembibitan : dilaksanakan di polibag dengan ukuran sekitar 15 x 20 cm. Polibag diisi dengan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Dua buah biji dimasukkan ke dalam polibag sedalam 5-6 cm. Sekali tiga hari dilakukan penyiraman bibit dengan air. Bibit dapat dipindahkan ke lapangan setelah 1.5 -2 bulan kemudian, sebaiknya di awal musim hujan.

Persiapan lahan : jarak pagar tumbuh baik pada lahan gembur dengan darinase baik. Pertumbuhan awal tanaman di lapangan sangat menentukan pertumbuhan selanjutnya. Pengolahan tanah dan pembuatan lubang tanam dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan bibit pada fase awal sehingga tanaman tumbuh kekar dan kuat menghadapi cekaman lingkungan. Tanah diolah dengan pacul atau bajak 2 kali dan diratakan sebelum pembuatan lubang tanam. Jarak dan ukuran lubang tanam ditentukan oleh kemiringan tanah, ketersediaan air dan kesuburan tanah. Umumnya jarak lubang tanam 2 x 2 m dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm. Pada tanah tidak subur jarak tanam dapat dipersempit. Sebelum kegiatan penanaman dimulai, dilakukan pemupukan dasar, yaitu pupuk kandang 2 kg/lubang (5 ton/ha), Urea 20 g/lubang (50 kg/ha), SP-36 50 g/lubang (125 kg/ha), KCl 1 kg/pohon (30 kg/ha). Pupuk tersebut dicampur dengan tanah lapisan atas sampai merata kemudian dimasukkan ke dalam lubang dengan posisi di bagian bawah.

Penanaman : dilakukan setelah lubang tanam yang dibuat dibiarkan selama 2-3 minggu pada awal musim hujan agar bibit tidak membusuk. Polibag dilubangi pada bagian bawah dan dibuat irisan pada polibag sampai ujung. Kemudian memasukkan bibit kedalam lubang tanam. Jumlah bibit untuk pertanaman 1 hektar dengan jarak tanam 2 m x 2 m adalah 2500 tanaman. Akan tetapi perlu disiapkan bibit cadangan untuk sulaman sebanyak 250 tanaman (10%).

Pemeliharaan : Pemangkasan: pemangkasan pertama (pucuk) dilakukan pada akhir tahun setelah tanaman mencapai tinggi 1 m untuk merangsang pertumbuhan cabang, yaitu dengan memotong tanaman hingga tersisa 30 cm dari permukaan tanah dan meninggalkan 3 cabang. Selanjutnya pada akhir tahun II pemangkasan dilakukan dengan memotong cabang-cabang tanaman sepanjang 2/3 bagian dan menyisakan 1/3 bagian cabanga-cabang tersebut. Pemangkasan yang dilakukan secara teratur akan membentuk tajuk seprti payung dan akan meningkatkan produksi tanaman. Untuk mendapatkan produktivitas dan kualitas biji yang optimum, jumlah cabang hendaknya dipertahankan berjumlah 45-50 cabang per pohon.

Pemupukan : Jika tanah tidak subur, tanaman harus dipupuk dengan kompos atau pupuk kandang (2 kg per lubang). Kebutuhan pupuk pada tahun kedua dan seterusnya adalah 2.5-5 ton pupuk kandang /ha atau 1-2 kg per tanaman) ditambah 150 kg Urea, 200 kg SP-36 dan 100 kg KCl.

Pengairan : Pada musim kemarau, tanah yang sangat tinggi kandungan pasirnya atau tanah-tanah marginal perlu disiram setiap 5-6 hari, tanah yang kandungan pasirnya tinggi sampai sedang (tanah dengan kesuburan sedang) pertanaman perlu diairi setiap 7-10 hari, sedangkan tanah-tanah yang agak berpasir atau tanah-tanah subur perlu diairi setiap 10-12 hari.

Ham ayang banyak ditemukan menyerang tanaman jarak pagar adalah tungau. Pengendaliannya menggunakan pestisida yang murah dan ramah lingkungan, yaitu Bubur California. Bahan-bahannya adlaah 1 kg belerang, 2 kg kapur hidup dan 10 liter air.

Panen : Panen dilakukan pada buah yang telah berwarna kuning.

Populasi komposit IP-2 mempunyai potensi produktivitas 50% lebih tinggi dibandingkan komposit IP-1. Usahatani jarak pagar mengalami titik impas pada tahun III. Penggunaan IP-2 mampu menggeser titik impas pada tahun II, dan tahun-tahun selanjutnya mengalami keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *