Peta Kesesuaian Iklim dan Lahan Tanaman Kelapa

Budidaya dan Pengolahan Budidaya Kelapa

BUDIDAYA PERKEBUNAN – Iklim dan lahan merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan Program pengembangan kelapa di Indonesia,  karena tanaman kelapa merupakan tanaman yang berumur panjang. Sejak tahun1984 secara bertahap telah disusun peta kesesuaian iklim untuk pengembangan kelapa. Iklim menjadi indikator utama karena pertumbuhan dan produksi kelapa sangat dipengaruhi oleh iklim.

Penyusunan peta kesesuaian iklim untuk pengembangan kelapa didasarkan pada dua unsur utama, yaitu (1) curah hujan, meliputi jumlah dan pola curah hujan bulanan dan tahunan, (2) tinggi tempat yang mencerminkan suhu udara. Kriteria kesesuaian disusun berdasarkan persyaratan curah hujan dan tinggi tempat disajikan pada tabel berikut. Areal yang sesuai untuk pengembangan kelapa dibagi dalam zona yaitu K1 untuk yang sesuai dan K2 untuk daerah agak sesuai. Zona K1 dibagi menjadi daerah yang sangat sesuai (K1.1) dan daerah sesuai tidak termasuk pulau Jawa (K1.2). Wilayah Indonesia bagian Timur memiliki peluang sangat besar untuk pengembangan kelapa, meliputi Sulawesi 1.096.500 ha, NTB dan NTT 2.503.000 ha, Maluku 4.858.700 ha, dan Papua 20.774.000 ha. Pengembangan kelapa di Indonesia bagian Barat sebaiknya diarahkan ke lahan pasang surut di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan.

Selanjutnya klik disini

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *