Pestisida Alami Mendukung Pertanian Berkelanjutan

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) mengadakan Forum Group Discussion (FGD) tentang “Memasyarakatkan Inovasi Produk Pestisida Alami Mendukung Pertanian Berkelanjutan”, Rabu (23/8/2017). Kegiatan FGD dibuka oleh Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Dr. Jelfina C. Alouw, mewakili Kepala Puslitbangbun.

Dalam sambutannya, Dr. Jelfina mengatakan bahwa FGD ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan dan menyamakan persepsi dalam memasyarakatkan pesitisida alami untuk mendukung pertanian  berkelanjutan. Disamping itu produk pesitisida nabati yang merupakan hasil inovasi Badan Litbang Pertanian harus didiseminasikan secara progresif. Untuk itu dalam FGD ini dengan narasumber Prof. Dr. Deciyanto Soetopo dan Dr. Wiratno akan memaparkan kedua topik tersebut.

Prof. Deciyanto dalam pemaparannya tentang “Memasyarakatkan Inovasi Produk Pestisida Alami Mendukung Pertanian Berkelanjutan” menyatakan perlunya langkah penguatan kebijakan yang lebih nyata, antara lain: pemberian insentif bagi pengembang/pengguna pesitisida alami, kemudahan perijinan, mendorong dan memfasilitas penelitian, dan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan pestisida alami terstandar dalam program pertanian.

Lebih lanjut Prof. Deciyanto mengutarakan langkah tindak lanjut yang diperlukan yaitu mendiseminasikan inovasi pestisida alami terstandar secara progresif, mempersiapkan kebutuhan jenis dan volume pesitisida alami hasil inovasi tenologi untuk program 1000 Desa Organik, Jarwo Super, Bawang merah, Padi Organik, Sayur organik, LPBE, dan lain-lain, serta membuat pilot proyek penyediaan pestisida alami bersumber bahan berdasarkan wilayah produksi untuk perbanyakan masal.

Dr. Wiratno yang juga Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) memaparkan tentang “Program dan Rencana Diseminasi Inovasi Teknologi Pesitisida Nabati”. Dalam paparannya antara lain tentang persentase keberhasilan aplikasi pestisida alami “Smartz” pada beberapa tanaman perkebunan seperti kakao, lada, juga pada tanaman hortikultura, dan tanaman pangan.

Pengendalian OPT sudah saat memperhatikan kepentingan bersama, karena pestisida nabati sangat menjanjikan, sehingga dibutuhkan kesamaan persepsi oleh pemangku kebijakan. Diseminasi harus melibatkan semua kepentingan dan dilakukan secara terus menerus tanpa mengenal lelah, harap Wiratno.

Adapun peserta FGD dari Direktorat Hortikultura, Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Balai besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan, Ambon, Surabaya, Kepala Balai Penelitian dan Profesor Riset serta peneliti lingkup Puslitbangbun.

Foto dari kiri ke kanan: Prof. Dr. Deciyanto Soetopo (narasumber), Dr. Siswanto (moderator), dan Dr. Wiratno (narasumber) pada kegiatan FGD Pestisida Alami di Bogor (23/8/17).

Foto : Peserta Forum Ground Discussion (FGD) Pestisida Alami di Bogor (23/8/17).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *