Persilangan Buatan dalam rangka Perakitan Varietas Unggul Tanaman Kopi

Artikel Kopi Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Pemerintah menargetkan pada tahun 2025 Indonesia menjadi produsen kopi dan produk olahannya nomor satu di dunia. Target tersebut harus didukung oleh semua pihak yang terlibat dalam produksi kopi nasional termasuk di dalamnya institusi penelitian dan pengembangan. Program perakitan varietas unggul menjadi sangat strategis mengingat bahan tanam unggul merupakan salah satu komponen paket teknologi peningkatan produktivitas dan mutu kopi.

Sampai saat ini penyakit karat daun masih menjadi salah satu penyakit utama pada tanaman kopi yang menyebabkan produktivitas kopi masih rendah. Perubahan iklim global yang ditenggarai oleh kenaikan suhu maupun curah hujan diduga berpengaruh terhadap sebaran penyakit karat daun. Dampak perubahan iklim global terhadap sebaran penyakit karat daun pada tanaman kopi merupakan tantangan bagi pemulia tanaman. Program perakitan varietas unggul kopi perlu diarahkan untuk perbaikan ketahanan terhadap penyakit karat daun dan produktivitas tinggi.

Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) sebagai lembaga penelitian turut berperan aktif dalam upaya penyediaan bahan tanam unggul dengan melakukan kegiatan penelitian perakitan varietas unggul tanaman kopi melalui kegiatan “Persilangan buatan tanaman kopi dalam dan antar spesies kopi (Coffea Spp). Persilangan buatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan keragaman genetik tinggi yang bertujuan untuk mendapatkan kombinasi genetik dengan karakter yang diinginkan.

Persilangan dalam spesies kopi Arabika telah dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Gunung Putri, Cianjur, Jawa Barat (ketinggian ±1450 mdpl). Tanaman kopi Arabika yang dipilih sebagai tetua persilangan adalah tanaman kopi koleksi KP. Gunung Putri yang mempunyai keunggulan antara lain mempunyai citarasa baik, produktivitas tinggi dan tahan penyakit karat daun. Tahapan persilangan buatan pada tanaman kopi adalah pemilihan pohon induk, kastrasi (menghilangkan bunga jantan) pada bunga yang dijadikan sebagi tetua betina, penyerbukan buatan, pengerodongan dan pelabelan. Bunga yang sudah disilangkan harus dikontrol/diamati untuk melihat perkembangan keberhasilan persilangan tersebut sampai terbentuk buah kopi. Buah kopi hasil persilangan buatan dapat dipanen pada umur ± 9 bulan.

Dengan adanya kegiatan persilangan tersebut diharapkan dapat dihasilkan klon-klon unggul baru tanaman kopi yang mempunyai produksi tinggi, citarasa baik dan tahan terhadap penyakit karat daun.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *