Persiapan dan Kesesuaian Lahan pada Tanaman Kopi

Artikel Kopi Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Tanaman kopi (coffea sp.) merupakan salah satu komoditas unggulan nasional. Dalam pengembangan tanaman kopi perlu diperhatikan beberapa hal seperti pemilihan lahan, kesesuaian lahan, pembukaan lahan, pengajiran, jarak tanam, lubang tanam, pemanfaatan lahan, pengendalian erosi, pembuatan teras bangku, pembuatan teras individu, pembuatan rorak, dan penanaman penaung.

Pemilihan Lahan. Secara umum lahan (tanah) untuk tanaman kopi Robusta, Arabika maupun Liberika mempunyai karakteristik/sifat yang hampir sama yaitu : (1) kemiringan tanah kurang dari 30 %, (2) kedalaman tanah efektif lebih dari 100 cm, (3) tekstur tanah berlempung (loamy) dengan struktur tanah lapisan atas remah, (4) kadar bahan organik di atas 3,5 % atau kadar karbon(C)di atas 2 %, (5) nisbah C dan nitrogen (N) antara 10 — 12, (6) kapasitas tukarkation (KTK) di atas 15 me/100 g, (6) kejenuhan basa (KB)di atas 35 %, (7) kemasaman (pH) tanah berkisar 5,5 — 6,5 dan (8) kadar unsur hara N, posfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) serta magnesium(Mg) cukup sampai tinggi.

Kesesuaian Lahan. Kelas kesesuaian lahan pada suatu wilayah ditentukan berdasarkan kepada tipe penggunaan lahan, yaitu : (1) Kelas S1: Sangat sesuai (Highly Suitable), (2) Kelas S2 : Sesuai (Suitable), (3) Kelas S3 : Sesuai marginal (Marginally Suitable), (4) Kelas N : Tidak sesuai (Not Suitable).

Pembukaan Lahan. Langkah awal dari pembukaan lahan adalah melakukan penebangan dan pembongkaran terhadap pohon, perdu dan tunggul beserta perakarannya. Kayu dan serasah (sisa-sisa tanaman, perdu dan tunggul) hasilnya ditumpuk di satu tempat di pinggir kebun. Pembukaan lahan harus dilakukan tanpa adanya pembakaran (zero burning) dan penggunaan herbisida dilakukan secara terbatas bijaksana.

Pengajiran. Pengajiran bertujuan untuk  (1) mengatur jarak tanam di lapangan, (2) mempermudah pembuatan lubang tanam, (3) membantu agar benih yang ditanam membentuk garis lurus sehingga mempermudah dalam pengelolaan dan pemeliharaan tanaman. Pada lahan datar  pengajiran dilakukan secara larikan  dengan arah barisan mengikuti arah mata angin.  Ajir induk/kepala  ditempatkan pada arah utara – selatan sedangkan ajir anakan (pengisi) pada arah timur – barat.  Ajir induk ditempatkan di tengah apabila lahannya luas dan diletakkan di pinggir apabila luasnya kurang dari 1 ha.

Jarak Tanam. Jarak tanam untuk tanaman kopi bervariasi tergantung kepada jenis kopi dan kondisi lahan. Jarak tanam kopi Arabika untuk tipe katai 2,9 x 1,5 m (Kartika 1 dan Kartika 2), agak katai 2,5 x 2m (Andung Sari (AS) 1, AS 2k, Komposit Andung Sari Tiga (Komasti), dan Sigarar Utang), dan jangkung 2,5 x 2,5 m atau 3,0 x 2,0 m (Gayo 1, Gayo 2, Kopyol, S 795, Abessinia (AB 3), USDA 762).

Pada lahan miring,  jarak tanam dalam teras untuk kopi Arabika tipe katai berkisar 2,00 – 2,25 m sedangkan untuk tipe jangkung 2,50 – 2,75 m. Jarak tanam kopi Robusta pada lahan datar 2,5 m x 2,5 m atau 3,0 m x 2,0 m, sedangkan pada lahan miring 2,0 x 2,5 m.Jarak tanam kopi Liberika 3,0 m x 3,0 m atau 4,0 m x 2,5 m (Gambar 2).Lubang Tanam. Lubang tanam untuk tanaman kopi sebaiknya dibuat 6 bulan sebelum tanam. Ukuran lubang tanam tergantung kepada kondisi tanah (tekstur dan struktur tanah), makin berat tanah maka  ukuran lubang tanam makin besar. Lubang tanam yang baik untuk tanaman kopi berukuran 60 x 60 cm pada bagian permukaan dan 40 x 40 cm pada bagian dasar dengan kedalaman 60 cm. Pada lahan miring yang dibuat teras kontur, lubang tanam dibuat dekat sisi miring sebelah atas. Makin terjal kemiringan tanah, makin dekat sisi miring sebelah atasnya.

Tanah galian lapisan atas (top soil) dengan kedalaman 20 cm dari permukaan tanah,  dipisahkan dari tanah lapisan bawah (sub soil).  Tanah lapisan atas di sebelah barat, sedangkan tanah lapisan bawah di sebelah timur supaya tanah lapisan bawah dapat tersinari cahaya matahari dengan tujuan untuk mematikan mikroorganisme.  Tanah bekas galian dibiarkan minimal selama 1 bulan. Tanah lapisan atas dapat dicampur dengan pupuk organik.

Pemanfaatan Lahan. Lahan yang telah disiapkan untuk penanaman kopi dapat dimanfaatkan dengan ditanami beberapa jenis tanaman semusim sebagai pre-cropping, seperti talas, ubi jalar, jagung, kacang­-kacangan dan sayuran. Jenis tanaman disesuaikan dengan kebutuhan petani, peluang pasar dan kondisi lingkungan setempat.

Pengendalian Erosi. Erosi adalah hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat yang diangkut oleh air atau angin ke tempat lain.  Upaya untuk mengatasi erosi dapat dilakukan sebagai berikut : (1) Jika kebun kopi mempunyai tingkat kemiringan kurang dari  8 % maka perlu dibuat rorak. (2) Jika lereng lapangan lebih dari 8 % perlu dibuat teras bangku dan rorak. Teras bangku  dibuat dengan cara memotong panjang lereng dan meratakan tanah di bagian bawahnya, sehingga terjadi suatu deretan bangunan yang berbentuk seperti tangga. (3) Lahan yang mempunyai kemiringan lebih dari 45 % sebaiknya tidak dipakai untuk budidaya tanaman kopi.

Pembuatan teras bangku. Pembuatan teras bangku dengan interval vertikal 0,5 sampai 1 m. Pembuatan teras dimulai dari lereng atas dan terus ke lereng bawah untuk menghindarkan kerusakan teras yang sedang dibuat oleh air aliran permukaan bila terjadi hujan. Tanah bagian atas digali dan ditimbun ke bagian lereng bawah sehingga terbentuk bidang olah baru. Tampingan teras dibuat miring; membentuk sudut 200% (630 ) dengan bidang horizontal. Kalau tanah stabil tampingan teras bisa dibuat lebih curam (sampai 300% atau 710).

Kemiringan bidang olah berkisar 0 sampai 3 % mengarah ke saluran teras. Guludan (bibir teras) dan bidang tampingan teras ditanami dengan tanaman berakar rapat, cepat tumbuh, dan menutup tanah dengan sempurna. Untuk petani yang memiliki ternak ruminansia dapat ditanami rumput pakan ternak. Sebagai kelengkapan teras perlu dibuat saluran teras dengan ukuran  lebar 15-25 cm, dalam 20-25 cm. Untuk mengurangi erosi dan meningkatkan infiltrasi, rorak bisa dibuat di dalam saluran teras.

Pembuatan teras individu. Teras individu adalah teras yang dibuat secara terpisah-pisah; satu teras untuk satu pohon (tanaman tahunan). Teras dividu tidak perlu searah garis kontur, tetapi menurut arah yang paling cocok untuk penanaman tanaman (misalnya arah timur-barat untuk mendapatkan cahaya matahari maksimal).

Teknik Pembuatan Teras Individu. Ratakan bidang teras pada titik-titik tempat penanaman dengan luas sama atau lebih kecil dari proyeksi tajuk pohon,sesuai kondisi lapangan.Buat lubang tanam di bagian tengah teras. Tanami areal kosong di antara barisan tanaman dengan rumput/legum penutup tanah.

Penanaman Penaung. Tanaman penaung sementara dan penaung tetap sebaiknya ditanam satu tahun sebelum penanaman kopi, dengan tujuan agar tanaman penaung sudah tumbuh cukup lebat, sehingga dapat menaungi tanaman kopi. Tanaman penaung sementara ditanam dalam barisan pada selang jarak 2 — 4 m atau mengikuti kontur, sedangkan tanaman penaung tetap di tanaman dengan jarak tanam 2 x 2,5 m, 4 x 5 m atau 5 x 5 m. Tanaman penaung sementara yang dapat digunakan antara lain : Moghania sp. (di dataran rendah), Teprosia sp. dan Crotalaria sp. (didataran tinggi). Sedangkan untuk tanaman penaung tetap dapat digunakan gamal (glirisidia), lamtoro dan lain-lain.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *