Perombakan Limbah Kulit Buah Kakao oleh Jamur Pelapuk menjadi Produk Bernilai Ekonomis

Artikel Kakao Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Limbah kakao merupakan limbah yang mengandung 14,58% a-selulosa, 4,32% lignin, 10,35% kadar air, dan 2,8% abu. Oleh karena itu perlu dilakukan perombakan komponen limbah kulit buah kakao secara biologi menggunakan agen hayati yang ramah lingkungan dan menjadikannya produk yang bernilai ekonomis.

Hasil perombakan komponen limbah kulit buah kakao dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai sumber unsur hara bagi tanaman dalam bentuk kompos dan pupuk, bahan baku pakan ternak, sumber energi alternatif biogas dan biohidrogen, dan sumber pektin. Sebagai sumber unsur hara, maka limbah kulti kakao perlu dipersiapkan dalam bak-bak fermentasi pada suhu antara 60-70% sehingga perombahan oleh jamur pelapuk dapat berlansung sempurna. Sedangkan sebagai bahan baku pakan ternak, kulit buah kakao dengan kandungan protein kasar 8,5% perlu perlakuan awal dengan jamur pelapuk dan penambahan bahan rangsum berupa dedak, garam, dan mineral.

Sebagai bahan organik, kulit buah kakao mempunyai komposisi hara dan senyawa yang sangat potensial sebagai medium tumbuh tanaman. Kada air dan bahan organik pada kakao lindak sekitar 86%, pH 5,4, N total 1,30%, C organik 33,71%, P2O5 0,186%, K2O 5,5%, CaO 0,23%, dan MgO 0,59%, sehingga kakao dapat dijadikan sebagai pupuk organik.

Selengkapnya download fulltext: perkebunan_Info-Tekbun-7-6-2015.pdf

Info terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *