Perlakuan Praproses: Meningkatkan Efisiensi Produksi Bioetanol dari Lignoselulosa

Artikel BBN Berita Perkebunan

INFO BBN – Perlakuan praproses bahan lignoselulosa sebelum hidrolisis, fermentasi atau distilasi dapat diklasifikasikan ke dalam perlakuan praproses secara fisik, kimia dan biologi serta kombinasinya. Bagas tebu merupakan bahan baku lig-noselulosa yang telah mengalami perlakuan fisik, karena dalam proses ekstraksi nira, batang tebu digiling agar nira dapat keluar secara maksimum. Demikian juga dengan tandan kosong kelapa sawit, merupakan bahan yang telah mengalami perlakuan fisik berupa perebusan dan perontokan buah sawit. Jika diperlukan perlakuan praproses lanjut, mungkin perlu dipertimbangkan perlalukan fisik seperti radiasi sinar gamma yang memungkinkan dikembangkan untuk skala industri.

Perlakuan secara fisik dapat meningkatkan luas permukaan dan ukuran pori yang dapat diakses dalam proses hidrolisis, fermentasi dan distilasi. Selain itu perlakuan praproses secara fisik ini merupakan cara yang paling mungkin untuk dikembangkan dalam skala industri, apalagi industri integrasi seperti dalam pabrik gula ataupun pengolahan kelapa sawit. Walaupun demikian berbagai faktor yang menentukan efisiensi proses perlu dipertimbangkan seperti neraca energi yang diperlukan untuk proses dan energi yang dihasilkan. Perlakuan kimia pada umumnya padat modal dan belum sepenuhnya dikembangkan dalam skala industri. Demikian pula perlakuan secara biologi yang masih dalam tataran laboratorium, karena proses biologi berlangsung terlalu lambat untuk diintegrasikan dalam industri.

Selengkapnya Download fulltext: perkebunan_Info-Tekbun-9-4-2017.pdf

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *