Periode Penutupan Tanah dengan Mulsa Plastik terhadap Populasi Uret (Lepidiota stigma Fabricius) dan Produktivitas Tebu

Artikel Tebu Berita Perkebunan

INFO PERKEBUNAN –

Penelitian untuk mengetahui periode penutupan tanah menggunakan mulsa plastik terhadap populasi uret dan produktivitas tebu dilaksanakan di areal endemik uret di Desa Banyuputih, Situbondo pada musim tanam 2014/2015. Perlakuan terdiri atas lima penutupan mulsa plastik (1) Sebelum turun hujan (SBH), (2) Satu hari setelah turun hujan dengan curah hujan 14 mm (1 HSH), (3) Tujuh hari setelah turun hujan (7 HSH), (4) 14 hari setelah turun hujan (14 HSH), (5) 21 hari setelah turun hujan (21 HSH) dan Kontrol (tidak ditutup mulsa plastik). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok diulang lima kali. Parameter yang diamati meliputi populasi uret dan dewasa (kumbang), persentase kerusakan tanaman, produktivitas tebu dan hablur serta data curah hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan penutupan mulsa plastik secara nyata dapat menekan populasi uret dan kerusakan tanaman apabila dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan penutupan mulsa plastik satu dan tujuh hari setelah turun hujan memberikan selisih produktivitas tebu masing-masing 83 ton/ha (hablur 7,6 ton/ha) dan 96 ton/ha (hablur 7,8 ton/ha) di atas kontrol dan kedua perlakuan tersebut dapat direkomendasikan. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti terutama untuk mengetahui efisiensi penggunaan mulsa plastik dalam pengendalian uret pada tanaman tebu di daerah endemik uret.

Kata kunci: periode penutupan, mulsa plastik, pengendalian uret, populasi, produktivitas tebu

Link terkait : Periode Penutupan Tanah dengan Mulsa Plastik terhadap Populasi Uret (Lepidiota stigma Fabricius) dan Produktivitas Tebu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *