Peremajaan kelapa dengan Metode Tebang Bertahap

Artikel Kelapa Inovasi Teknologi

Kelapa Dalam Mapanget (DMT) berasal dari Desa Mapanget, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Merupakan hasil seleksi massa positif terhadap populasi kelapa rakyat di Desa Mapanget tersebut oleh   Dr. P.L.M. Tammes pada tahun 1926.

Kelapa Dalam Mapanget ini sudal dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 2004 dengan SK Mentan No. 132/Kpts/SR.120/3/ 2004/Tgl. 1 Maret 2004. Sampai tahun 2008 pengembangan menggunakan kelapa Dalam ini sudah dilakukan oleh beberapa provinsi, di antaranya Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Maluku, dan Papua. Selain itu juga telah digunakan sebagai salah satu tetua pembangunan kebun induk kelapa Dalam Unggul Komposit di beberapa daerah sentra kelapa.

Penerapan program peremajaan tanaman kelapa diharapkan dapat terus menjamin mendapatan petani pemilik lahan, selama kegiatan peremajaan berlangsung. Metode peremajaan yang disarankan adalah Metode Tebang Bertahap. Dalam metode ini penebangan dilakukan secara bertahap sebesar 20% pertahun. Metode ini tidak menggangu pertumbuhan tanaman pengganti dan merupakan alternatif yang paling tepat untuk dterapkan ditinjau dari segi agronomis dan pendapatan petani.

Lahan yang terbuka setelah penebangan tanaman kelapa tua secara bertahap, dapat ditanami dengan tanaman sela seperti jagung, kacang tanah atau tanaman palawija lainnya. Hasil usahatani yang diperoleh dengan pola polikultur ini sangat signifikan dibanding dengan menerapkan pola monokultur dengan menanam tanaman kelapa saja.

Jarak dan sistem tanam baru untuk peremajaan kelapa Dalam Mapanget 6 X 16 m (119 tanaman /ha) sistem pagar. Penggunaan jarak dan sistem tanam ini diarahkan untuk pemanfaatan lahan di antara tanaman kelapa, dengan menanam tanaman sela, untuk mempertahankan bahkan meningkatkan pendapatan petani selama peremajaan berlangsung.

Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, untuk menjamin ketersediaan air pada awal pertumbuhan tanaman. Lubang tanaman ukuran 60 X 60 X 60 cm. Saat menanam, bibit sudah berumur minimal 6 bulan dan maksimal 8 bulan.

Pemupukan, kebutuhan hara atau pupuk disesuaikan dengan umur tanaman. Pupuk ditabur pada areal piringan dengan Pemeliharaan Tanaman (pinggiran) dibersihkan setiap 2 bulan dengan jari-jari satu meter untuk tanaman berumur 0-2 tahun dan lebih dari umur 2 tahun dengan jari-jari 2 meter. Gulma dalam blok pertanaman dibabat setiap 2 bulan atau 6 x setahun.

Monitoring hama dan penyakit dengan menggunakan insektisida dan fungisida setiap bulan untuk tindakan pencegahan pada umur tanaman 0-1 tahun. Umur lebih dari satu tahun penggunaan insektisida dan fungisida hanya kalau terdapat gejala serangan dan berpeluang akan meluas.

Kelapa Dalam Mapanget mulai berbuah pada umur 5 tahun. Bentuk buahnya bulat ukuran buah sedang, dan warna kulit buah umumnya merah kecoklatan. Produksi buah per tandan 7 butir. Jumlah buah/pohon/tahun sebanyak 90 butir. Produksi kopra optimal 3.3 ton/ha/tahun. Kadar minyak 62,95%. Tanaman ini agak toleran terhadap kemarau panjang. Selain itu tahan terhadap serangan penyakit busuk pucuk yang disebabkan jamur Phytophthora palmivora.

Penerapan pola peremajaan kelapa menggunakan Metode Tebang Bertahap 20% dan Jarak dan sistem tanam baru 6 x 16 m diharapkan dapat menjamin kesinambungan pendapatan petani pemilik lahan yang tanaman kelapanya diremajakan.

Dengan menerapkan usaha tani polikultur kelapa dan jagung, dapat diperoleh pendapatan bersih sebesar RP. 2.779.000,- dibandingkan dengan usahatani monokultur tanaman kelapa saja, yaitu hanya sebesar Rp. 1.319.000,-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *