Perbedaan Teh Varietas Assamica dan Sinensis

Artikel Teh Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Teh dikenal sebagai sumber antioksidan yang banyak dikonsumsi baik oleh anak anak maupun orang dewasa. Di Indonesia, teh menjadi minuman popular yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Bahkan saat ini telah banyak diproduksi teh kemasan siap minum yang dapat ditemukan dengan mudah. Namun tidak banyak diketahui varietas tanaman teh yang digunakan dalam produksi teh.

Tanaman teh yang dalam Bahasa latin bernama Camelia sinensis L.O. TKuntze dibudidayakan secara komersial di daerah dataran tinggi. Terdapat 2 varietas utama yang banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu varietas assamica dan varietas sinensis. Kedua varietas ini memiliki ciri fisik yang berbeda. Perbedaan ciri fisik kedua varietas tampak pada table berikut ini:

Berdasarkan proses pengolahannya jenis teh dapat dibedakan menjadi : (1) teh tanpa oksimatis (oksidasi enzimatis) yaitu teh hijau dan teh putih; (2) teh semi oksimatis yaitu teh oolong; dan (3) teh oksimatis yaitu teh hitam. Pada proses oksimatis yang paling berperan adalah enzim polifenol oksidase yang terkandung pada daun teh, semakin tinggi kandungan enzim tersebut akan semakin lancar dan cepat proses oksimatis. Varietas Assamica sangat cocok untuk diproduksi menjadi teh hitam dan teh oolong yang banyak memerlukan aktivitas enzim polifenol oksidase dalam pengolahannya. Oleh karena itu, produksi teh India, Indonesia, Sri lanka dan Kenya sebagian besar >90% didominasi oleh teh hitam. Sedangkan varietas Sinensis yang mempunyai kandungan senyawa polifenol serta aktivitas enzim polifenol oksidase yang lebih rendah, lebih cocok untuk diproduksi menjadi teh hijau dan teh putih, sehingga produksi teh Cina, Jepang dan Vietnam didominasi oleh teh hijau. Seperti negara Cina yang produksi tehnya terdiri dari 95% teh hijau, 3% teh putih dan 2% teh oolong.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *