Perbaikan Teknologi Budidaya Untuk Mengembalikan Kejayaan Kelapa

Artikel Kelapa Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara telah melaksanakan Rapat Kerja Tahun 2019 dengan maksud mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2018, memantapkan pelaksanaan Tahun 2019 dan menyusun usulan rencana Tahun 2020. Rapat Kerja Disbun Sulut dilaksanakan sejak tanggal 30 Januari sampai 1 Februari 2019. Peserta rapat kerja Kepala Dinas Perkebunan, pejabat terkait dan staf dari 15 Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Utara. Dalam rangka mendukung program kerja dinas perkebunan,maka Balai Penelitian Tanaman Palma, Balitbangtan telah diundang sebagai salah satu narasumber untuk menyampaikan materi terkait teknologi kelapa. Judul makalah yang diminta dari Balit Palma adalah “Perbaikan Teknologi Budidaya Untuk Mengembalikan Kejayaan Kelapa”. Materi disampaikan dihadapan peserta yang terdiri dari para kepala dinas sekabupaten kota, kepala bidang dan staf teknis lainnya yang berjumlah sekitar 70 orang.

Secara garis besar disampaikan tentang potensi kelapa, baik keanekaragam produk dan penyebarannya di Indonesia; masalah perkelapaan luas lahan, produktivitas rendah, terbatasnya benih unggul; solusi masalah perkelapaan terutama kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung industri kelapa terpadu; perbaikan tekni budidaya kelapa, mulai dari penggunaan benih unggul, benih unggul yang disebarkan Balitbangtan, sumber benih unggul di Indonesia yang bisa menyediakan benih bersertifikat sekitar 3,8 juta butir; perbanyakan benih kelapa secara konvensional dan non konvensional; penyiapan benih, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan tanaman, serta tanaman sela diantara kelapa. Pada kesempatan tersebut disampaikan juga beberapa produk unggulan kelapa yang banyak diminati pasar, yaitu gula kelapa, VCO, minyak goreng sehat, santan, arang dan serat sabut kelapa serta air kelapa sebagai minuman kesehatan. Dalam diskusi peserta menyampaikan tentang masalah harga kelapa yang rendah, petani menurun gairan menanam kelapa, banyak pohon kelapa ditebang untuk dijual kayunya dengan harga Rp. 250.000/batang.

Disamping itu ada informasi dari Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kotamobagu tentang materi plasma.nutfah kelapa didaerahnya seperti kelapa Genjah dengan buah di atas 10 butir/tandan, kelapa kenari yang berbuah 100% kenari. Peserta mendambahkan varietas kelapa dengan batang pendek agar memudahkan dan mengurangi ongkos panen buah kelapa. Pada akhirnya disampaikan bahwa ke depan diharapkan terjadi kemitraan antara petani kelapa dan industri kelapa yang didukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan pembangunan industri kelapa terpadu.(HN,2018)

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *