Peran Serta Puslitbangbun dalam Mendukung Benih Produk Rekayasa Genetik (PRG)

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mengadakan Seminar Nasional dengan judul Benih Produk Rekayasa Genetik (PRG) sebagai Salah satu Strategi Penguatan Ketahanan Pangan Indonesia di Swiss-belhotel, Bogor (22/07/19). Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Ir. Syafarudin, PhD. dan beberapa Peneliti ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Kepala Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Ir. Musdalifah Mahmud dalam sambutannya mengungkapkan bahwa PRG dapat menjadi salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan pertanian antara lain varietas dengan produktivitas yang rendah, rentan terhadap hama dan penyakit, dan terbatasanya lahan optimal. Masalah global seperti peningkatan jumlah penduduk, dan tuntutan terhadap varietas atau produk pertanian berkualitas juga perlu mendapatkan perhatian yang serius. PRG diharapkan mampu menghadapi tantangan ini karena dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas produk pertanian serta mampu menekan biaya produksi pertanian

PRG memang dapat memberikan manfaat ekonomi kepada petani dan masyarakat, namun PRG juga bisa menjadi sumber kontroversi terutama yang berhubungan dengan komoditas dan produk pangan. Oleh sebab itu penelitian yang komprehensif disertai dengan upaya edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan, kata Kabid KSPHP Puslitbangbun pada kesempatan terpisah.

Acara ini diawali dengan penandatanganan roadmap pengembangan benih produk rekayasa genetik oleh Ir. Musdalifah Mahmud (Kepala Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian), Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian), dan Bambang Prasetya, M.Sc. (Ketua Komisi Keamanan Hayati). Kemudian acara dilanjutkan dengan seminar dan diskusi tentang Kebijakan Kementerian Pertanian dalam mendukung budidaya PRG untuk ketahanan pangan (Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian), peta jalan pengembangan benih PRG (Direktur IndoBIC), penggunaan benih PRG dalam meningkatkan pendapatan petani (Ketua kontak tani nelayan andalan), dan kesiapan industry benih dalam mendukung produksi benih PRG (Direktur eksekutif croplife Indonesia). Adapun pembahas dalam kegiatan diskusi kali ini yaitu Prof. Dr. Muhammad Herman, Prof. Dr. Ir. Bahagiawati AH, Dr. Ir. M. Thohari, DEA, dan Dr. Ir. Satya Nugroho. (Hesti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *