Puslitbangbun Berperan dalam Penyusunan Program Strategis International Coconut Community (ICC) 2019-2023

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Pemerintah Indonesia maupun organisasi kelapa internasional memberi perhatian khusus bagi pengembangan kelapa secara berkelanjutan di Indonesia. Alih fungsi lahan yang semakin marak dan semakin banyaknya tanaman tua yang sudah tidak produktif lagi mendorong kementerian Pertanian (KEMENTAN) menggalakkan program peremajaan dan perluasan kelapa. Program perbenihan dengan memberikan benih kelapa bersertifikat secara gratis kepada petani kelapa di seluruh Indonesia sudah dilakukan oleh KEMENTAN pada masa kepemimpinan Dr. Ir. Amran Sulaiman, MP. Selain mendorong peningkatan produksi kelapa, Pak Mentan mendorong ekspor produk-produk kelapa yang berdaya saing tinggi di pasar global yang pada akhirnya akan mengangkat kesejahteraan petani kelapa di Indonesia.

APCC (Asian and Pacific Coconut Community) adalah organisasi internasional yang menangani pengembangan kelapa di kawasan Asia dan Pasifik. Kantor pusatnya berada di Jakarta, Indonesia. Untuk mengakomodir negara-negara lain di dunia maka APCC akan berganti nama menjadi International Coconut Community (ICC). Launching ICC direncanakan akan dilaksanakan pada Bulan September 2019 di Philippines bersamaan dengan perayaan ulang tahun APCC yg ke-50.

Sebagai langkah awal beroperasinya organisasi yang baru, program strategis APCC/ICC 2019-2023 perlu disusun sebagai panduan baik bagi sekretariat maupun Negara anggota. Draft program strategis APCC/ICC 2019-2023 disusun bersama oleh Mr. Uron N. Salum (Executive Director of APCC), Kepala Puslitbangbun yang diwakili oleh Kabid KSPHP, Ir. Jelfina C. Alouw, MSc, PhD, Kementerian Perdagangan yang diwakili oleh Mrs. Flora Susan Nongsina, Dr. Ponciano A. Batugal (Chairman APCC working group), Dr. James V. Kaiulo (Managing Director, Kokonas Indastri Koperesen, PNG), Dr. Eric E. Omuru (FAS Policy and Regulation, Department of Public Enterprice, PNG), Ms. Mridula Kottekate (Asistant Director of APCC), Mr. Alit Pirmansah (market development officer), Mr. Muhartoyo (documentalist), dan Mrs. Rully S. Kusumaningayu (financial Officer). Pertemuan dilaksanakan pada 18-20 Juli 2018 di Hotel Lumire, Jakarta dan di sekertariat APCC di gedung BAPPEBTI Jakarta.

Draft program strategis jangka panjang ICC menyangkut pengembangan kelapa yang berkelanjutan dan komprehensif dengan melibatkan semua stakeholders diantaranya petani, pelaku bisnis, pemerintah, NGO dan organisasi international serta konsumen. Aspek hulu sampai hilirisasi bahkan pasar yang kondusif serta kebijakan dari pemerintah yang menguntungkan semua pihak serta sinergisme mutualisme antara pelaku usaha dan petani sebagai penyedia bahan baku dan produk setengah jadi sudah dibahas dalam diskusi ini. Penyusunan draft program dilakukan dengan mengidentifikasi key issues dan kebutuhan pasar kemudian dilanjutkan dengan membuat tujuan, output, outcome dan program kerja yang rinci untuk membantu menjawab permasalahan dan kebutuhan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Draft program strategis ini akan dibahas lagi pada pertemuan APCC selanjutnya untuk mendapatkan masukan dari para peneliti Negara-negara anggota bahkan pelaku usaha kelapa itu sendiri. Jayalah Kelapa, Sejahteralah Petani dan pelaku usaha serta bahagialah konsumennya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *