Peran inovasi teknologi kopi menuju green economy nasional

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Peran inovasi teknologi kopi menuju green ekonomi nasional adalah tema Seminar Nasional Inovasi Teknologi Kopi yang dilaksanakan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Badan Litbang Kementeri Pertanian di Puri Begawan, Bogor, tanggal 28-29 Agustus 2013. Seminar nasional kopi dihadiri oleh Wakil Bupati Alor, Ditjenbun, Ditjen Perdagangan LN, Kepala Pusat, Kepala Dinas Perkebunan beberapa daerah di Indonesia, Dir. PT. Tambi, PT. Bumi Loka, PT. KSR, Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia, Narasumber, Profesor Riset, Peneliti, Perguruan Tinggi.

Dalam sambutannya pada pembukaan seminar nasional ini, Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakilkan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Dr. Muhammad Syakir mengatakan bahwa kegiatan seminar nasional kopi ini adalah rangkaian dari kegiatan Ekspose Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) III yang akan dilaksanakan tanggal 30 Agustus – 01 September 2013 di Jakara Convention Center, Jakarta. ENIP direncanakan akan dibuka oleh Bapak Menteri Menteri Koordinator Bidang Ekuin Ir. Hatta Radjasa. Pada rangkaian ENIP juga akan dilaksanakan Seminar Internasional Spice, Medicinal, and Aromatic Plants tanggal 29 Agustus 2013 di JCC Jakarta.

Sejalan dengan inovasi teknologi yang dicanangkan oleh Kementrian Pertanian dalam 4 (empat) sukses yaitu swasembada pangan, diversifikasi pangan, nilai tambah daya saing dan ekspor, peningkatan pendapatan petani. Peran dari pada kopi memberi kontribusi yang besar, bahwa kopi bisa ditingkatkan perannya untuk mengisi peningkatan nilai tambah dan daya saing ekspor.

Tidak ada nilai tambah tanpa sentuhan suatu inovasi teknologi. Dalam dekade terakhir, paradigma Badan Litbang Pertanian terjadi penekanan2 kedua pihak sebagai suatu lembaga riset untuk menyumbangkan pemikiran2 teknologi terkini. Karena kepentingan2 pengguna pada akselerasi inovasi teknologi, maka impact recognition sebagai pilar yang lebih dominan untuk mempercepatan penggunaan inovasi teknologi.

Tidak bisa lagi satu jalur pada inovasi teknologi, paradigma spectrum diseminasi multi channel adalah suatu yang dianut oleh Badan Litbang Pertanian. Maka dalam rangkaian ENIP ada seminar, ada talkshow, temu bisnis adalah suatu cara untuk mempercepat penerapan inovasi teknologi bagi pengguna.

 

 

Pada kegiatan seminar nasional kopi ini juga dilaksanakan penandatanganan naskah kerjasama penelitian antara Balittri dengan (1) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Kepulauan Meranti, (2) Dinas PErtanian dan Perkebunan Kab. Karimun, (3) Dinas PErkebunan Kabupaten Alor, (4) PT. Tambi, (5) PT. Bumi LOka, dan (6) PT. KSR. Penandatangan naskah kerjasama disaksikan oleh Kepala Puslitbang Perkebunan Dr. Muhammad Syakir.

Hari kedua kegiatan seminar berupa kunjungan lapan (field trip) ke kebun percobaan Pakuwon, Sukabumi. (/Bursa/redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *