Perakitan Varietas Unggul Tebu Toleran Iklim Basah

Artikel Tebu Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman yang mempunyai peranan penting di Indonesia sebagai bahan baku utama pembuat gula pasir. Produksi gula Indonesia mengalami penurunan karena perubahan iklim global yang menyebabkan anomali cuaca, antara lain musim hujan yang berkepanjangan sehingga rendemen gula menurun. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah menanam varietas-varietas tebu yang toleran terhadap kondisi iklim basah, disamping sifat lainnya yang harus dimiliki varietas unggul tebu seperti kualitas gilingan tinggi, tipe kemasakan, rendemen gula tinggi dan tahan hama penyakit.

Keragaman genetik yang tinggi merupakan faktor utama yang diperlukan dalam merakit varietas baru. Bioteknologi kultur in vitro dapat dimanfaatkan untuk merakit varietas unggul dengan karakter baru yang tidak ada dalam plasma nutfah. Salah satu metoda kultur in vitro yang efektif dan efisien untuk merakit varietas unggul adalah seleksi in vitro, dimana sifat baru yang diinginkan telah diarahkan sejak biakan ada dalam tabung kultur.

Untuk mendapatkan genotipa baru yang toleran iklim basah maka populasi sel somatik yang telah diradiasi sinar gamma atau diberi mutagen kimia dengan EMS dikulturkan pada kondisi in vitro yang kelembabannya sangat tinggi. Kombinasi mutasi baik fisik maupun kimiawi dengan seleksi in vitro dapat lebih meningkatkan keragaman genetik yang tinggi pada sel-sel somatik. Regenerasi dari sel-sel somatik (somaklon) diharapkan mempunyai sifat unggul baru toleran terhadap iklim basah.

Penelitian telah dilakukan sejak tahun 2010 dan saat ini telah diperoleh galur-galur mutan somaklon tebu hasil iradiasi sinar gamma dan EMS generasi MV1 dan MV2. Galur-galur tersebut sedang diuji di lapang untuk diseleksi berdasarkan karakter morfologi dan kandungan sukrosa yang dihasilkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *