Perakitan Varietas Tebu Toleran Iklim Basah In Vitro

Artikel Tebu Inovasi Teknologi Produk Inovasi

INOVASI PERKEBUNAN – Kultur in vitro dapat dimanfaatlkan untuk merakit varietas unggul baru. Salah satu metoda kultur in vitro yang efektif dan efisien untuk merakit varietas unggul adalah melalui seleksi in vitro, dimana sifat baru yang diinginkan telah diarahkan sejak biakan ada dalam tabung kultur.

Untuk mendapatkan genotipa baru yang toleran iklim basah maka populasi sel somatik yang telah diradiasi sinar gamma atau diberi mutagen kimia dengan EMS dikulturkan pada kondisi in vitro yang kelembaban yang  sangat tinggi. Kombinasi mutasi baik fisik maupun kimiawi dengan seleksi in vitro dapat lebih meningkatkan keragaman genetik yang tinggi pada sel-sel somatik.

Regenerasi dari sel-sel somatic. Somaklon kemudian diuji baik di rumah kaca maupun lapangan sampai dengan generasi M2 untuk diketahui karakter agronomi seperti yang diinginkan dan rendemen gulanya.

Perakitan varietas unggul tebu toleran iklim basah melalui seleksi in vitro menunjukkan, tingkat pembentukan kalus dan regenerasi varietas PS 864 lebih besar dibandingkan dengan Bululawang. Induksi mutasi dengan iradiasi sinar gamma, dosis LD50 diperoleh pada kisaran dosis 20 – 30 Gy, sedangkan persentase regenerasi kalus PS 864 setelah perlakuan iradiasi sinar gamma dan perendaman dalam media cair lebih besar dibandingkan dengan Bululawang. Semakin tinggi dosis iradiasi sinar gamma yang diberikan serta waktu perendaman kalus dalam media cair, daya regenerasi kalus dan jumlah tunas yang diperoleh makin menurun.

Induksi mutasi dengan EMS diperoleh bahwa perlakuan EMS 1% dengan waktu perendaman selama 5 jam memperlihatkan adanya peluang mendapatkan LD50. Kemampuan kalus dan regenerasi membentuk tunas setelah perlakuan EMS bervariasi.

Gambar. Visual kalus dari varietas PS 864 setelah iradiasi sinar gamma (a) 50 Gy, (b) 40 Gy, (c) 30 Gy, (d) 20 Gy, (e) 10 Gy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *