Penyakit Mosaik Bergaris pada Tanaman Tebu di Indonesia

Artikel Tebu Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Penyakit Mosaik Bergaris pada tanaman tebu yang disebabkan oleh Sugarcane Streak Mosaic Virus (ScSMV) relative baru di Indonesia. Penyakit ini pertama kali dilaporkan di Jawa Tengah pada th 2005. Karena pemakaian bibit yang telah terkontaminasi, penyakit ini menyebar dengan cepat ke Jawa Barat dan Jawa Timur. Penyakit ini sangat berbahaya, karena penyebarannya yang cepat dan dapat menurunkan produksi sampai 20%.

Hal tersebut disampaikan Dr. Rob Magrey, ahli penyakit tanaman tebu dari Sugar Research Australia (RSA) dalam seminar rutin Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) (25/02/2016) di Malang. Seminar dengan topik “Integrated Disease Management of Sugarcane Streak Mosaic in Indonesia” ini dipandu oleh Ir. Titiek Yulianti, M.AgSc., PhD., dihadiri para peneliti dan teknisi Balittas serta tamu undangan dari UPT lingkup Badan Litbang Pertanian di Malang. Rob Magrey sudah berkecimpung pada penelitian tebu lebih dari 35 tahun. Beliau didampingi Dr. Nicol Thompson dan Elizabeth Wilson dari SRA dan berkecimpung di bidang penyakit.

Lebih lanjut Rob Magarey menjelaskan bahwa SRA bekerjasama dengan P3GI, IPB dan Balittas untuk menangani penyakit ini melalui dana dari ACIAR (Australian Centre for International Agricultural Research) selama 4 tahun (2015-2018). Sampai saat ini penelitian yang telah dilakukan adalah identifikasi dan epidemiologi ScSMV. Ke depan akan dilakukan survey penyebaran penyakit ini di beberapa daerah penghasil tebu di luar Jawa serta sosialisasi tentang penyakit ini dan kemungkinan pengendaliannya, ujar Rob Magarey.

Selain penyakit mosaik bergaris, Dr. Magarey juga menceritakan tentang proyek kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu pengendalian hama penggerek dan musuh alaminya. Sejalan dengan itu, Prof. Nurindah juga menyatakan bahwa Balittas juga telah meneliti tentang efektivitas parasitoid yang selama ini digunakan oleh beberapa pabrik gula (PG).

Sumber :  Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Foto : http://www.sugarresearch.com.au

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *