Penyakit Jamur Upas pada Kemiri Sunan

Artikel Kemiri Sunan Berita Perkebunan Highlight

INFO PERKEBUNAN – Hasil penelitian penyakit jamur upas pada tanaman kemiri di Kebun Koleksi BBN Puslitbangbun, Bogor, pada cabang-cabang yang terserang muncul bunga dan buah, tetapi pada cabang yang sehat tidak berbunga atau berbuah. Serangan pada batang utama merangsang pembungaan yang merata pada beberapa cabang, namun beresiko menyebabkan kematian tanaman. Serangan penyakit ini menjadi penyebab tanaman nampak stres dengan gejala daun layu dan menguning, selanjutnya mengalami keguguran hingga tanaman nampak meranggas.

Hasil pengamatan pada tanaman kemiri sunan berumur 4 dn 6 tahun di KP Cimanggu, Bogor, dari 16 tanaman kemiri sunan yang telah berbuah, 9 tanaman (umur 4 tahun) dan 7 tanaman (umur 6 tahun), kesemuanya menunjukkan gejala terserang jamur upas. Sedangkan dari 13 tanaman kemiri sunan yang tidak berbuah, hanya 3 tanaman yang terserang jamur upas, sisanya sehat. Selain itu dari pengamatan di lapang juga diketahui beberapa tanaman kemiri sunan mati dengan gejala serangan jamur upas.

Dari data tersebut mengindikasikan penyakit jamur upas sebagai penyebab stres pada tanaman kemiri sunan. Dengan adanya stres tersebut telah memicu atau merangsang tanaman kemiri sunan untuk berbunga. Selain kemiri sunan beberapa tanaman juga diketahui pembungaannya dirangsang oleh sres seperti pada tanaman alpukat dan jambu mete, karena serangan ulat pemakan daun. Pada tanaman kemiri sunan penyebab sres tanaman bisa berbeda-beda. Selain serangan penyakit jamur upas, serangan hama kutu putih di Bajawa NTT juga merupakan salah satu pemicu stres yang merangsang pembungaan kemiri sunan.

Selengkapnya Download fulltext : Info Tekbun 10 (5) 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *