Penurunan Ratio Bunga Betina dan Jantan Akibat Serangan Tungau pada Tanaman Jarak Pagar

Inovasi Jarak Inovasi Teknologi

INFO TEKNOLOGI – Jarak pagar (Jatropha curcas) merupakan salah satu tanaman primadona baru dapat menjadi alternatif BBN. Budidaya jarak pagar yang relatif mudah, namun ada kendala yang dihadapi dalam produksi biji adalah persentase pembentukan bunga betina yang rendah. Jika kondisi pertanaman baik, biasanya dari satu cabang akan tumbuh 3-4 infloresensia. Bunga betina terdapat di tengah rangkaian yang dikelilingi oleh bunga jantan.

Dalam satu infloresensia dijumpai 2-5 bunga betina dan 25-93 bunga jantan, juga ditemukan adanya bunga hermaprodit. Pada kondisi pertanaman normal akan terbentuk bunga dan buah yang normal yaitu sesuai dengan bentuk pembungaan tipe inflorensia cymosa.

Tungau penghisap cairan tanaman (Paniculatus curcasis) merupakan hama jarak pagar yang menyerang dan hidup pada daun-daun yang masih muda serta pucuk tanaman jarak pagar. Hama ini menuyerang tanaman dengan cara menghisap cairan.

Gejala serangan terlihat pada daun-daun muda. Permukaan daun terserang menjadi kasar, kusam, terjadi penebalan dan kaku. Serangan tungau yang parah biasanya terjadap pada saat awal-awal peralihan musim yaitu dari musim penghujan menuju musim kemarau atau sebaliknya.

Akibat serangan hama tungau ini, pucuk tanaman menjadi gundul menghambat pertumbuhan vegetatif dan terhentinya pembentukan tunas untuk beberapa saat. Selain itu serangan tungau juga berakibat terhadap pembungaan jarak pagar, menyebabkan rasio bunga jantan dan betina dan jumlah buah yang terbentuk menurun, buah yang terbentuk tidak serempah dan kurang bernas.

Selengkapnya download fulltext : perkebunan_Info-Tekbun-7-31_20152.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *