Peningkatan Produktivitas dan Rendemen Tebu melalui Rekayasa Fisiologi Pertunasan

Inovasi Tebu Inovasi Teknologi

INFO TEKNOLOGI – Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas strategis, karena digunakan sebagai bahan baku berbagai industri seperti gula, bioetanol, asam amino, asam organik dan bahan pangan. Oleh karena itu, program pengembangan dan peningkatan produktivitas menjadi hal yang prioritas.

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan rendemen tebu dapat dilakukan mellaui optimalisasi pertunasan, yaitu dengan mengatur keseimbangan hormon auksin dan sitokinin di dalam tanaman. Pengaturan hormon dapat menghilangkan dominansi apikal dan mengisiasi tunas lateral, sehingga meningkatkan jumlah anakan tebu. Hal itu dibuktikan pada pemberikan sitokinin (BAP:kinetin) 0,5 mg/l sampai 1,5 mg/l secara in vitro didapatkan multiplikasi tunas berjumlah 3,5 sampai 11 tunas tebu.

Pengaturan dominansi apikal dapat dilakukan dengan zat penghambat tumbuh (retardan) seperti glyphosate dan paraquat dengan dosis subletal. Fakor eksternal seperti intensitas cahaya, suhu, pengairan, pemupukan dan pemilihan benih menjadi pendukung keberhasilan optimalisasi pertunasan.

Keberhasilan optimalisasi pertunasan diharapkan dapat menghasilkan keseragaman pertumbuhan tanaman dan mengurangi pembentukan sogolan, menghemat penggunaan bibit, mempertahankan serta meningkatkan produktivitas dan umur keprasan tanaman tebu, mengembangkan pola tanam tumpang sari.

Selengkapnya download full text: perkebunan_Ahmad-Peningkatan1.pdf

Link terkait :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *