Penilaian dan Penetapan Kebun BPT dan RIT Sagu Papua sebagai Sumber Benih

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Penilaian dan penetapan kebun Blok Penghasil Tinggi (BPT) dan Rumpun Induk Terpilih (RIT) Sagu Papua telah dilaksanakan sejak tanggal 1 sampai 5 Oktober 2018 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Tim peneliti sagu dari Balit Palma Prof.Dr.Ir. Hengky Novarianto, MS, dipimpin oleh Ir.Robert Sinaga, MM. dari Direktorat Perbenihan Perkebunan, Ditjenbun. Dalam rangka persiapan dan pembagian kelompok kerja dilakukan pertemuan teknis yang terdiri atas Tim Sagu dan Tim Kelapa.

Pada kesempatan tersebut ketua tim PT. Freeport, Alfons memaparkan bahwa kegiatan kemasyarakatan yang dibantu PT.Freeport bagi masyarakat Kabupaten Mimika terkait perkebunan kelapa, sagu, kopi, kakao dan perikanan. Ternyata PT.Freeport membutuhkan banyak serat sabut kelapa untuk reklamasi pantai dan lahan. Selama ini serat sabut kelapa diimport dari pulau Jawa. Diharapkan ke depan bisa diproduksi di Papua, dengan berkembangnya tanaman kelapa yang dimulai penyediaaan benih sumber. Demikian juga sagu sebagai makanan pokok masyarakat Papua dicarikan sumber benih unggul untuk pengembangan di Kab. Mimika.

Esoknya, Selasa, 2 Oktober 2018 tim sagu berkunjung ke Kampung Mioko, Desa Kamora, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika. Kampung Mioko memiliki sekitar 500 KK. Penilaian dilakukan pada lahan sagu seluas 200 m x 500 m. Menurut masyarakat Komoro bahwa terdapat sekitar 12 jenis sagu dengan berbagai tingkat produktivitas. Beberapa sagu yang produktivitas tinggi seperti; sagu Omiea-1, Oko, dan Durumu, yang berduri jarang dan duri rapat dari Distrik Mimika Tengah, dan jenis sagu Monepikiri dan Mbupuri dari Distrik Iwaka. Produktivitas sagu bervariasi dari 100-400 kg pati kering/pohon. Rumpun Induk Terpilih Sagu telah ditetapkan sekitar 20% dari populasi sagu sebagai sumber bibit sagu lokal.

Pada hari Jumat, 5 Oktober 2018 dilakukan pertemuan antar tim kelapa, dan sagu dengan pihak Freeport serta dinas perkebunan Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika. Perwakilan PT.Freeport yang dipimpin bapak Johannes menyampaikan bahwa PT.Freeport yang menyadari tinggal tunggu waktu hasil tambang akan habis, maka bagi masyarakat lokal disiapkan sebagai sumber pangan dan ekonomi dengan membantu mengembangkan komoditi kelapa, sagu, kopi dan kakao serta perikanan.

Pada kesempatan tersebut untuk komoditas sagu disarankan kepada Balitbangtan agar dibangun Kampung Sagu dekat Kampung dan Desa Pemukiman masyarakat dengan menggunakan jenis sagu unggul dan produktivitas tinggi, jarak tanam dan budidaya yang baik, agar mempermudah masyarakat memanen sagu dan dekat tempat tinggalnya.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *