Penguatan Program Upsus di Provinsi Bengkulu

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya dalam menyukseskan cita-cita Indonesia menjadi Lumbung “Pangan Dunia” pada tahun 2045, salah satunya adalah dengan menggencarkan program Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) di seluruh wilayah di Indonesia termasuk Provinsi Bengkulu. Bengkulu yang memiliki luas lahan baku nasional 47.958 ha pada tahun 2018 juga memiliki tanggungjawab dalam Upsus Pajale yang didukung oleh berbagai stakeholder yang terlibat. Dengan luas lahan yang telah terdata pada tahun 2018 ini, Bengkulu mendapatkan target untuk memenuhi kecukupan ketiga komoditas pangan Pajale. Namun data yang sudah di-input dan dilaporkan setiap hari secara berjenjang juga sering mengalami perbedaan, sehingga target utama dalam program ini sering mengalami kendala.

Untuk meningkatkan kualitas data statistik serta meningkatkan produksi pada program Upsus Pajale, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu menyelenggarakan pertemuan pembinaan pengelola data statistik pertanian tahun 2019. Acara yang berlangsung selama tiga hari (3-5 September 2019) di Hotel Pasir Putih menghadirkan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Ir. Syafaruddin, Ph.D sebagai salah satu narasumber yang juga bertindak sebagai penanggungjawab program Upsus Provinsi Bengkulu.

Didampingi oleh penanggungjawab Kabupaten yang juga Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Dr. Ir. Wiratno, M.Env.,Mgt, Kepala Puslitbangbun memaparkan target panen Pajale yang harus dipenuhi dan juga capaian yang sudah dipenuhi hingga Agustus 2019. Selain itu juga dipaparkan langkah-langkah tindaklanjut yang harus dilakukan agar target capaian dapat terealisasi sesuai jangka waktu yang diberikan..

Selain pemaparan, dalam sesi tanya jawab dengan para petugas penyuluhan Kecamatan/Mantri Tani yang merupakan ujung tombak, yang melaporkan target harian secara berjenjang banyak mengalami kendala. Beberapa kendala baik teknis ataupun non teknis sempat mereka sampaikan pada sesi ini. Sebagai penjab Upsus baru di Provinsi ini, Syafaruddin merasakan manfaat dari pertemuan ini dimana menemukan catatan penting untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya dari kondisi yang sudah ada, sehingga capaian target dapat terealisasi sesuai jangka waktu. Di akhir sesi yang dimoderatori oleh Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan memaparkan kesimpulan dari diskusi tersebut yang disepakati bersama oleh para peserta. (TJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *