Pengendalian Terpadu Hama Penggerek Batang Cengkeh

Artikel Cengkeh Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Cengkeh merupakan komodtas rempah utama Indonesia dan salah satu dari 16 komoditas perkebunan unggulan nasional. Cengkeh dimanfaatkan sebagai bahan baku penting dalam industri rokok kretek. Minyak Cengkeh beserta senyawa-senyawa turunannya digunakan dalam industri flavor dan fragrans, industri farmasi dan kesehatan, industri pangan dan pakan, sebagai pestisida nabati dan atraktan hama lalat buah, serta sebagai obat bius dalam penangkatan dan transportasi ikan.

Luas areal pertanaman cengkeh pada tahun 2014 adalah 502.563 ha, terdiri dari 494.107 ha perkebunan rakyat (98,31%) dan 8.456 ha perkebunan besar swasta (1,69%). Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam perkebunan cengkeh adalah 1.077.424 orang.

Produktivitas tanaman cengkeh nasional sangat beragam, berkisar 150-600 kg/ha, tergantung pada umur dan pemeliharaan pertanaman, pengaruh iklim dan agroeklogi, serta ganggung organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Salah satu hama utama yang dilaporkan menyerang tanaman di beberapa daerah dewasa ini adalah penggerek batang cengkeh.

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) sebagai salah satu unit pelayanan teknis (UPT) Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian telah menerbitkan Buku Sirkuler Informasi Teknologi Tanaman Rempah dan Obat “Pengendalian Terpadu Hama Penggerek Batang Cengkeh”. Lebih lanjut penjelasan tentang teknik pengendalian terpadu hama penggerek batang cengkeh, terutama dengan menggunakan cara-cara alami dan ramah lingkungan, dapat didownload di bawah ini.

Semoga teknologi tersebut berguna dan dapat dimanfaatkan oleh petani, peneliti, teknisi, petugas dinas terkait, pengambil kebijakan serta pemangku kepentingan lainnya.

Download Sirkuler “Pengendalian Terpadu Hama Penggerek Batang Cengkeh

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *