Denfarm Pengembangan Teknologi Usahatani Tebu Spesifik di Madura

Inovasi Tebu Inovasi Teknologi

INFO TEKNOLOGI – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) sejak tahun 2013 telah melakukan kegiatan penyediaan dan penyebarluasan teknologi usahatani tebu spesifik lokasi. Kegiatan tersebut termasuk sistem tumpangsari tebu dan tanaman semusim yang telah biasa diusahakan oleh petani setempat. Balitbangtan melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) di Jawa Timur (BPTP Jatim dan Balittas) bersinergi dengan PTPN X dan Pemda menyelenggarakan Panen Tebu dan Temu Lapang di lokasi denfarm Desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura (18/8/2014).

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pamekasan, Kepala Badan Balitbangtan, Kepala Puslitbang Perkebunan, Kepala BBP2TP, Ditjenbun, Kepala BPTP Jatim beserta peneliti dan penyuluh, Dirut PTPN X, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, Kepala Bappeprov Jatim, Kepala Dishutbun Kab. Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenap.

Denfarm pengembangan teknologi usahatani tebu spesifik lokasi di Mandura seluas 2 ha. Penanaman tebu dimulai tanggal 27 November 2013 mengimplementasikan sistem tanam juring ganda. Pada awal tanam dilakukan penanaman bawang merah sebagai tanaman sela telah dipanen pada Januari 2014 sebesar 2.565 kg per ha dengan pendapatan Rp. 7.185.000,-. Taksasi panen tebu sistem juring ganda sebesar 65 ton per ha dengan rendemen sebesar 8-8.5%.

Kepala Balitbangtan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Puslitbang Perkebunan Dr. M. Syakir mengatakan bahwa ke depan demfarm ini tidak hanya memperkenalkan sistem penanaman tebu dengan sistem juring ganda yang ditumpangsarikan dengan bawang merah, tetapi juga berbagai macam teknologi Balitbangtan lainnya akan diterapkan di wilayah ini seperti integrasi tanaman tebu dengan ternak sapi.

Di akhir sambutan Ka Balitbangtan berharap denfarm ini dapat menjadi embrio terbentuknya Laboratorium Lapang Inovasi Pertanian (LLIP) Usahatani Terpadu Berbasis Tebu di Madura. LLIP nantinya disamping disamping sebagai contoh pengembangan model usahatani terpadu berbasis tebu, juga sebagai tempat kajian dan pembelajaran bagi para petani, penyuluh dan pihak lainnya. Ada tindak lanjut kerjasama berbagai pihak dalam mewujudkan LLIP di Madura, yang dimulai dari Kabupaten Pemekasan.

Kegiatan panen tebu dan temu lapang antara lain bertujuan mendiseminasikan teknologi budidaya tebu melalui penerapan sistem tanam juring ganda, menjalin dan merintis jejaring kemitraan antara petani dengan pemangku kepentingan, serta mempercepat proses diseminasi dan adopsi teknologi inovatif guna meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu, dengan tujuan akhir meningkatkan pendapatan petani.

Kepala Puslitbang Perkebunan Dr. M. Syakir saat membacakan Sambutan Kepala Balitbangtan (kiri), Bupati Pamekasan H. Achmad Syafii dan tamu undangan lainnya (kanan).

Panen tebu dan temu lapang di lokasi denfarm Desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Berita terkait :

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *