Pengembangan Lada Ramah Lingkungan di Kawasan Bekas Tambang Timah di Bangka

Artikel Lada Berita Perkebunan

INFO TEKNOLOGI PERKEBUNAN – Pengembangan tanaman lada pada lahan bekas tambang timah dilakukan melalui pengembangan budidaya lada ramah lingkungan. Penanaman dilakukan di lahan bekas tambang timah di Desa Kundi, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.

Budidaya lada di lahan bekas tambang dilakukan dengan penanaman sistem pot dengan perlakuan meliputi penggunaan ukuran libang tanam besar (80 x 80 x 60) cm dan (60 x 60 x 60) cm, dengan dan tanpa penanaman tanaman bioremedial (kenaf), dan perlakuan jamur maupun tanpa diberi jamur mikoriza. Semua perlakukan menggunakan bahan tanaman unggul (Petaling 1), dengan tiang panjat hidup tanaman gliricidia, dan diberi pupuk kandang.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanaman lada dapat berkembang dengan baik, pertumbuhan tanaman lada cukup bagus meskipun tidak merata namun musim kering yang cukup panjang pada awal pertumbuhan, tetap berpengaruh dan menyebabkan pertumbuhan tanaman lada kurang optimal. Pemberian pupuk kandang cukup membantu memperbaiki kesuburan tanah.

Penggunaan lobang tanam besar (80 x 80 x 60) cm dengan diberi tanaman kenaf menghasilkan pertumbuhan dan jumlah tandan buah lada lebih baik dibanding perlakuan lain. Pemberian kenaf dilakukan dengan menanam kenaf di sekeliling lobang tanam lada hingga berumur 30 hari atau setinggi kurang lebih 1 meter, kemudian tanaman dipotong dan direbahkan di sekitar perakaran lada.

Tanaman lada yang ditanam pada kawasan bekas tambang timah mempunyai kandungan logam berat Pb dan Cd sangat rendah, terutama pada buahnya sehingga aman untuk dikonsumsi.

Gambar. a) Perlakuan lobang tanam besar, pemberian mikoriza dan penanman kenaf untuk penanaman lada bekas tambang timah dan b) keragaan tanaman lada pada lahan bekas timah 30 bulan setelah tanam.

Selengkapnya download Artikel terkait di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *