Pengembangan Kopi Khas Sulawesi Tenggara Mendukung Peningkatan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) menerima kunjungan kerja dari Tim Percepatan Pembangunan Gubernur Sulawesi Tenggara di ruang Kepala Bidang KSPHP hari Senin kemaren (22/10/18). Pada kesempatan kunjungan tersebut Ir. Jelfina C Alouw, M.Sc., PhD yang didampingi Kepala Sub Bidang Kerja Sama dan Kepala Sub Bidang Pendadayagunaan Hasil Penelitian menyampaikan tugas dan fungsi Puslitbangbun sekaligus menyampaikan peluang-peluang kerja sama dalam pengembangan komoditas perkebunan terutama dalam mendukung kejayaan rempah nasional.

Maksud kunjungan tim percepatan pembangunan adalah untuk melakukan rintisan atau penjajakan kerja sama terutama dalam pengembangan komoditas kopi di tanah seluas 200 hektar untuk tahap awal yang di targetkan di kota Bau-Bau sebagai proyeksi atau calon kota provinsi kepulauan Buton dan juga di kabupatan Buton. Terdapat 3 jenis kopi kopi khas di Sulawesi Tenggara yaitu kopi Kapuntori, Kehianga dan Kangkea dan kopi tersebut menjadi andalan atau kesukaan masyarakat di sana. Kopi tersebut sudah berkembang dan eksis sejak zaman pendudukan Belanda, namun belum dilakukan pengembangan lebih jauh terutama dalam penaganan hulu dan hilir.  Komoditas perkebunan yang dikembangkan selain kopi adalah kelapa.

Pada kesempatan tersebut, Kabid KSPHP menekankan, agar aspek yang dikerja samakan nanti harus menyentuh aspek riset, terutama dalam pelepasan varietas dari tiga jenis kopi tersebut serta komoditas perkebunan/pertanian lain yang potensial dikembangkan. Tidak hanya itu, penanganan budidaya juga harus menadapat perhatian serius pemerintah daerah yang disertai penguatan dari aspek hilirisasi yaitu pengolahan (pasca panen) yang memiliki daya saing tinggi di pasar global serta akses market luar negeri (eksport).

Tim percepatan pembangunan, berharap kerja sama tersebut segera direalisasikan dengan melakukan observasi dan pengkajian awal di lapang dengan melibatkan Balai Penelitian terkait. Penandatanganan naskah MoU akan di targetkan pada bulan November 2018. Kerja sama ini di harapkan mampu memacu pertumbuhan sektor perkebunan di Sulawesi Tenggara sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (sae.23.10.2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *