Pengembangan Kakao di Kabupaten Rembang

Artikel Kakao Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Sebanyak 8.000 bibit tanaman kakao akan dijajal untuk dikembangkan di Kabupaten Rembang mulai tahun ini. Kakao adalah tanaman yang dari bijinya bisa dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat. Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Yosophat Susilo Hadi  mengungkapkan, 8.000 bibit kakao akan dikembangkan pada 10 hektare lahan perkebunan. 
Ia menyebutkan, ada tiga desa di dua kecamatan yang bakal menjadi tempat uji coba pengembangan tanaman berlemak tinggi ini. Tiga desa tersebut yakni Desa Dadapan Kecamatan Sedan serta Desa Bulu dan Desa Pinggan Kecamatan Bulu. Alasan pemilihan tiga desa tersebut sebagai tempat pengembangan kakao antara lain lantaran kondisi tanahnya memadai, ketiga desa tersebut juga berada di ketinggian ideal.

Lebih lanjut dijelaskan, sampai saat ini kebutuhan kakao dunia masih kurang 40 persen. Sementara posisi Indonesia adalah penghasil terbesar ketiga dunia kakao dengan swadaya 13 persen di bawah Pantai Gading dan Ghana.

Pengembangan kakao menjadi yang pertama dalam sejarah Kabupaten Rembang. Meski demikian, ia mengaku cukup yakin bisa mengembangkan tanaman perkebunan ini di Kabupaten Rembang. Apalagi, bibit kakao telah mendapatkan garansi baik dari Balai Benih Jawa Tengah.

Informasi : Ketinggian pohon kakao berkisar antara 5-10 meter. Kakao mulai berbuah dan dipanen ketika tanaman sudah berumur empat atau lima tahun. Satu pohon kakao yang telah cukup umur, memiliki 6.000 bunga dalam setahun, namun hanya menghasilkan sekitar 20 buah. Dibutuhkan sekitar 10 buah untuk menghasilkan satu kilogram pasta kakao. Biji kakao adalah bahan utama pembuatan bubuk kakao atau cokelat. Bubuk kakao adalah bahan dalam pembuatan kue, es krim, makanan ringan, dan susu.

sumber : http://mataairradio.net/headline/rembang-kakao

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *