Pengembangan Industri Perbenihan Jambu Mete

Artikel Jambu Mete Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Tanaman jambu mete (Anacardium occidentale L.) merupakan komoditi ekspor dan sangat penting  bagi perekonomian masyarakat di daerah marginal seperti NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Permintaan pasar jambu mete dari tahun ke tahun semakin meningkat, namun produktivitas tanaman ini masih rendah, sehingga produksi dan pendapatan petani tidak optimal.

Rendahnya produktivitas disebabkan oleh umur tanaman sudah tua, tidak menggunakan benih unggul, dan teknik budidaya yang diterapkan belum sesuai. Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas jambu mete nasional, Dirjenbun telah menyusun road map pengembangan dan peremajaan jambu mete hingga tahun 2025, dengan rata-rata 213.430 ha/th.

Pengembangan dan peremajaan tersebut akan memerlukan benih sebanyak 32.014.500 batang/th. Blok penghasil tinggi yang ada hanya mampu menyediakan benih 4,69% dari kebutuhan, sisanya diperlukan pembangunan 823,7 ha kebun induk.

Kebun induk ini dapat dibangun di daerah-daerah sentra pengembangan, dalam bentuk kebun induk komposit yang terdiri dari 3 – 4 varietas unggul. Luas setiap kebun induk sebaiknya tidak kurang dari 100 ha atau sesuai dengan skala usaha untuk kebun induk. Kebun induk juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang menunjang prosesing benih, penyimpanan, pembibitan dan pengolahan biji afkir serta hasil sampingnya.

(\Yulius Ferry, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar/Balittri)

Sumber : Perspektif Puslitbang Perkebunan Vol. 11 No. 1, 2012

Selengkapnya Klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *