Pengembangan Formula Nano Biopestisida Berbahan Utama Seraiwangi di Tingkat Petani Kakao

Artikel Kakao Berita Perkebunan Highlight Inovasi Kakao

BERITA PERKEBUNAN – Kegiatan kerjasama Penelitian KP4S mengenai pengendalian penyakit pembuluh kayu/mati pucuk atau yang sering disebut Vascular Streak Die-back (VSD) pada tanaman kakao yang dilakukan antara LPPM Universitas Andalas dan Balitbangtan telah dilakukan sejak tahun 2016 sampai tahun 2018. Balitbangtan yang diwakili oleh peneliti Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Dr. Rita Noveriza Aziz M.Sc., memanfaatkan potensi formula nano biopestisida seraiwangi untuk mengendalikan penyakit VSD. Kegiatan di tahun 2018 difokuskan pada diseminasi adopsi paket teknologi di tingkat petani.

Kegiatan ini memberikan hasil yang memuaskan karena adanya perluasan tingkat adopsi petani kakao. Pada hari Sabtu 27 Oktober 2018 telah dilakukan distribusi formula nano biopestisida seraiwangi kepada 4 kelompok tani tanaman kakao di Kabupaten Lima Puluh Kota (Sumbar) oleh ibu Dr. Haliatur Rahma (Penanggungjawab kegiatan KP4S 2018) dari Universitas Andalas Padang. Ke empat kelompok tani tersebut adalah: (1) Keltan Buah Lobek, (2) Keltan Maju Sejahtera, (3) Keltan Inovasi, dan (4) Keltan Aroma.

Adanya kerjasama antara Balittro dan BB Pasca Panen (diwakili oleh Dr. Sri Yuliani) untuk mengembangkan teknologi alat produksi skala besar (scale up) formula nano biopestisida seraiwangi dengan kapasitas 50 liter menunjang dilakukannya pengiriman formula nano biopestisida seraiwangi dalam jumlah cukup besar dan juga untuk pengembangan skala industri. Setiap kelompok tani mempunyai luasan tanaman kakao 1 hektar dan diberikan masing-masing 10 botol formula nano biopestisida seraiwangi volume 500 ml.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *