Pengaturan Intensitas Cahaya pada Pembibitan Kopi

Inovasi Kopi Inovasi Teknologi

INFO TEKNOLOGI – Cahaya sangat diperlukan oleh tanaman, terutama tanaman yang memiliki zat hijau daun (khloropil), tanpa cahaya tidak terjadi proses photosintesis pada daun yang menghasilkan energi untuk tanaman bertumbuh. Banyak jenis tanaman yang memerlukan cahaya penuh (C4), namun ada juga yang memerlukan cahaya secara terbatas atau sesuai dengan fase pertumbuhannya (C3). Tanaman kopi termasuk tanaman yang memerlukan cahaya yang tidak penuh.

Intensitas cahaya adalah jumlah sinar matahari yang sampai pada permukaan tanaman, biasanya satuan yang digunakan persentase, sedangkan naungan bertolak belakang dengan intensitas cahaya. Bila tingkat naungan semakin tinggi, intensitas cahaya  akan semakin rendah, satuan yang digunakan untuk menghitung tingkat naungan juga persentase.

Tanaman kopi merupakan tanaman yang membutuhkan naungan sepanjang hidupnya. Tingkat naungan tersebut berbeda-beda sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman kopi. Pada fase pembibitan atau umur muda tingkat naungan yang dibutuhkan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada fase dewasa atau fase pertumbuhan generatif. Tingkat naungan yang tidak sesuai pada fase pembibitan akan menghasilkan kualitas benih kopi yang rendah.

Pembibitan kopi merupakan kegiatan yang komprehensif dalam mempersiapkan benih siap salur yang akan ditanam di lapangan. Walaupun benih yang digunakan berasal dari benih unggul, tetapi dalam pelaksanaan pembibitannya tidak sesuai dengan  standar operasional yang benar, maka akan menghasilkan benih siap salur yang bermutu rendah. Salah satu hal yang penting dilakukan pada pembibitan kopi selain penyiramaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit, adalah pengaturan intensitas cahaya yang sesuai dengan kebutuhan.

Pada fase perkecambahan, benih kopi tidak memerlukan cahaya (intensitas cahaya 0), itu pula sebabnya perkecambahan dilakukan dalam kotak perkecambahan (seedbad) yang ditutup dengan karung basah atau pasir dan jerami yang dipotong‐potong antara 0,5 ‐ 1 cm. Setelah berumur 1 bulan mulai memerlukan cahaya walapun tidak banyak (10%) dan terus meningkat sampai  60% pada umur 10 bulan.

Pada fase pertumbuhan benih tanaman kopi  tidak tahan terhadap penguapan yang tinggi yang disebabkan oleh tingginya intensitas cahaya, karena perakaran benih kopi masih sangat terbatas untuk menghisap air dari dalam media.

Untuk mendapatkan naungan dengan intensitas cahaya 10%, paranet dipasang berlapis dua, sedangakan untuk mendapatkan inensitas chaya 10-25% sebagian serat jaring dibuang begitu pula untuk  mendapatkan naungan dengan intensitas cahaya 40%, 50% dan 60%.

Selain pengaturan intensitas cahaya untuk memperbaiki kualitas bibit kopi, juga menggunakan bibit yang unggul dan sesuai dengan agroklimat penanaman. Kopi Robusta tumbuh baik di dataran rendah, kopi Arabika tumbuh baik di dataran tinggi dan Liberika tumbuh baik didataran rendah di tanah yang miskin dan panas. Disamping itu pemberian unsur hara, penyiraman, pengendalian gulma, pengendalian hama penyakit dan seleksi bibit juga diperlukan untuk memperbaiki kualitas bibit kopi.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegarar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *