Pengaruh Umur Panen Rimpang terhadap Perubahan Fisiologi dan Viabilitas Benih Jahe Putih Besar Selama Penyimpanan

Artikel Jahe Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Salah satu faktor yang menentukan daya simpan benih jahe putih besar (JPB) adalah mutu. Mutu benih sangat ditentukan oleh tingkat kemasakan rimpang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur panen terhadap perubahan fisiologi dan viabilitas benih selama penyimpanan.

Rimpang benih JPB dengan umur panen 7 dan 8 BST mempunyai daya simpan terbaik, ditunjukkan dengan total angka penyusutan bobot yang lebih rendah, berturut-turut (24,65 dan 25,25%) dan tunas lebih pendek (0,30 dan 1,08 cm) dibandingkan dengan 9 BST (27,13% dan 1,62 cm), selama 4 bulan penyimpanan.

Rimpang benih JPB mengalami masa dormansi pada saat panen. Masa dormansi rimpang benih JPB tersebut mulai pecah setelah mengalami periode simpan selama 2 bulan. Pertumbuhannya mulai seragam setelah disimpan 3 bulan. Derajat dormansi terlihat lebih tinggi pada umur panen rimpang benih JPB 7 dan 8 dibanding dengan 9 BST.

Hal ini ditunjukkan dengan persentase rimpang bertunas lebih rendah, tunas lebih pendek, serta daya tumbuh dan tinggi bibit lebih rendah pada awal simpan sehingga lebih tahan disimpan. Rimpang benih umur panen 7, 8, dan 9 BST mempunyai daya tumbuh yang tinggi (>95%) dan pertumbuhan bibit yang seragam setelah disimpan 3 bulan.

Selengkapnya download full text : perkebunan_03.-Devi-Rusmin1.pdf

Berita terkait : Jurnal Littri Puslitbang Perkebunan Vol. 21 No. 1, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *