Peneliti Harus Berpikir Sistematik dan Bertanggungjawab

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS – PERKEBUNAN – Setiap peneliti harus berpikir sistematik dan bertanggungjawab terhadap posisi penelitian yang sudah, sedang, dan akan dilakukan. Demikian disampaikan Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono, dalam arahan dan pembukaan Rapat Kerja Puslitbang Perkebunan tanggal 16-18 Nopember 2013 di Yogyakarta.  Raker bertujuan untuk meningkatkan kinerja Puslitbang Perkebunan dalam rangka memperkuat dukungan terhadap pencapaian target sasaranan utama Kementerian Pertanian melalui upaya penajaman program Puslitbang Perkebunan tahun 2015-2019, penguatan rencana aksi program dan anggaran TA 2014.

Lebih lanjut Kepala Badan menyampaikan bahwa dalam raker ini perlu dipahami terkait evaluasi capaian hasil dan program Puslitbang Perkebunan.  “Pekerjaan yang tidak main-main” ujar Kepala Badan.  Hal ini karena Puslitbang Perkebunan turut bertanggungjawab terhadap majunya perkebunan di Indonesia. Saat ini Badan Litbang Pertanian dalam Kurva ke-2 (2010-2014). Oleh karena itu diingatkan oleh beliau, apa yang harus dilakukan dalam Kurva  ke-2 tersebut, baik peran Badan Litbang Pertanian secara keseluruhan maupun Puslitbang Perkebunan sendiri. Dalam kesempatan ini, Kepala Badan menyampaikan tujuh hal yang perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti.

Pertama, terkait peran dan tugas Badan Litbang Pertanian. Badan Litbang Pertanian memiliki tugas dalam (a) menghasilkan/menciptakan varietas unggul, (b) teknologi budidaya yang mendukung penciptaan varietas unggul, dan (c) transfer teknologi/diseminasi.  Dengan tugas ini, maka seluruh UK/UPT wajib mendukungnya.

Kepala Badan mengingatkan bahwa berbagai output, outcome, dan impact dari setiap kegiatan dapat dikaitkan dengan manajemen korporasi.  “Individu peneliti merupakan bagian integral dari balai penelitian, balai penelitian bagian integral dari puslit, puslit bagian integral dari Badan Litbang Pertanian, dan Badan Litbang Pertanian bagian integral dari Kementerian Pertanian” imbuh Kepala Badan.  Oleh karena itu berbagai hasil penelitian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari institusi, dan hasil penelitian tersebut jangan diklaim sebagai milik sendiri. Hasil penelitian merupakan milik Badan Litbang Pertanian atau Kementerian Pertanian. Sebagaimana diatur dalam undang-undang keuangan, setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan harus dipertanggungjawabkan dan hasilnya adalah milik Negara.

Mengacu kepada kegiatan “litkajibangrap”, Kepala Badan juga mengingatkan agar kegiatan pengembangan harus terus diterapkan.  Di samping itu kegiatan supply dan demand teknologi serta pengembangan laboratorium lapang yang dulu ada di kebun percobaan, tetapi sekarang berada di kabupaten/provinsi, harus senantiasa diperhatikan oleh semua Unit Kerja termasuk Puslitbang Perkebunan.

Kedua, Kepala Badan menyampaikan program penting menyangkut in house (ruang peneliti berkreasi, dll), kegiatan strategis (konsorsium, networking, dll), dan dukungan langsung pada program pertanian (logistik hasil penelitian).  Disampaikan oleh Kepala Badan bahwa Puslitbang Perkebunan  selama ini sudah melakukan dengan baik terkait litkajibangrap dan manajemen korporasi, sehingga dapat ditiru oleh UK/UPT lainnya.  Kepala Badan mengingatkan bahwa “Ke depan tidak boleh ada lagi kegiatan sendiri yang seharusnya bisa digabung dalam manajemen korporasi”.

Ketiga, adalah terkait tugas-tugas yang harus diselesaikan dan disiapkan. Kepala Badan berpesan agar kegiatan 2013 harus segera diselesaikan dengan administrasi yang rapih, sedangkan pada tahun 2014 harus segera disiapkan kegiatan terkait “40 tahun Badan Litbang Pertanian, 20 tahun BPTP dan 10 tahun Agroinovasi”.  Pada tahun 2014, secara konsisten Puslitbang Perkebunan harus mendukung program 4 sukses Kementan, khususnya swasembada gula.  Di samping itu, yang perlu diperhatikan di tahun 2014 terhadap komoditas mandat lain adalah nilai tambah dan daya saing. Penting diperhatikan pula oleh Puslitbang Perkebunan informasi-informasi mengenai target pertumbuhan dan target inflasi.  Selain itu, Kepala Badan berharap dibuat capaian kinerja 2004 – 2009 dan 2010 – 2014, terutama indikator makro.

Keempat, trend global, termasuk dalam tataran global dan internal, food, fiber, fuel, dan lingkungan yang semuanya ada kaitannya dengan konsep blue print.  Menurut Kepala Badan, peran pertanian ke depan ada 3 yaitu  bioscience – (litbang dengan konsorsium sudah menapak ke arah sana); inovasi teknologi yang merespon perubahan iklim – (banyak perubahan perubahan (alam) yang berpengaruh terhadap petani dan pola tanam); dan aplikasi IT – (ke depan aplikasi IT sangat diperlukan). Selain itu,  Kepala Badan juga meminta semua UK/UPT memperhatikan perkembangan MP3EI di enam koridor.

Kelima, bioenergi. Kepala Badan mengingatkan agar program bioenergi tidak boleh gagal.  Oleh karena itu perlu dibentuk pokja (lintas instansi) agar program bioenergi dari hulu – hilir berhasil, sehingga ke depan mandatori 10% dari BBM dapat tercapai. Puslitbang Perkebunan harus menetapkan komoditas penting sebagai sumber bahan bakar nabati dan membuat sistem modelingnya.

Keenam, pentingnya 7 komponen manajemen yaitu (a) program litkajibangrap – (program setiap UK/UPT harus jelas), (b) IKU (indeks kinerja utama), (c) SDM, (d) sarana/prasarana dan anggaran, (e) manajemen waktu, (f) manajemen mainset – (jangan menimbulkan konflik), dan (g) manajemen konflik – (jangan melakukan hal yang kontra produktif).

Ketujuh, rotasi kepemimpinan. Kepala Badan menyampaikan bahwa pergantian pimpinan di UK/UPT merupakan hal yang biasa dan untuk memperkuat struktur.  Menurut Kepala Badan, berdasarkan “konsep hijrah” maka seseorang akan kuat kapasitasnya karena dia akan punya network yang kuat. Sering berpindah akan mendapatkan banyak hal yang positif.  Pada kesempatan ini, Kepala Badan juga meminta kepada para kepala Balai agar membuat program detasering bagi peneliti secara komprehensif untuk menggembleng SDM. Program detasering merupakan program yang baik untuk membentuk peneliti yang tangguh.

Rapat kerja Puslitbang Perkebunan yang berlangsung dari tanggal 16 – 18 Nopember 2013 dihadiri oleh para undangan (kepala Pustaka, Kepala BBP2TP, Kepala BBLitvet), pejabat lingkup Puslitbang Perkebunan, Balittro, Balittas, Balit Palma, dan Balittri, Koordinator Program Balai, peneliti, kepala BPTP, serta peneliti pendamping P2T3 dari BPTP dengan agenda acara :

  1. Evaluasi Implementasi SPI (Itjen Kementan)
  2. Program Strategis Ditjen Perkebunan (Ditjen Perkebunan)
  3. Program Strategis 2015 – 2019 (Kapuslitbangbun)
  4. Strategi Sosialisasi P2T3 (Ka BBP2TP)
  5. Perkembangan Kegiatan P2T3 2013 (Dr. M. Yusron)
  6. Paparan Evaluasi Hasil Litbang 2010-2013 dan Program Strategis 2014 (Dr. I Ketut Ardana)
  7. Capaian dan Target IKU Balit (Ka Balittro, Ka Balittri, Ka Balittas, dan Ka Balit Palma)
  8. Kegiatan dalam rangka “40 tahun Badan Litbang Pertanian” (Dr. M. Yusron dan Ka Balit)
  9. Kebijakan Publikasi Ilmiah (Prof. Dr. Deciyanto S.)
  10. Kebijakan Penilaian Jabatan Fungsional (Prof.Dr. Elna Karmawati)

Hari ketiga pelaksanaan Raker Puslitbang Perkebunan, peserta melakukan kunjungan lapang (field trip) ke lokasi penerapan teknologi budidaya tebu kegiatan juring ganda, juring tunggal, dan rawat ratoon di desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarna, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Redaksi)

 

 

Info terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *