Peneliti Balittri Sosialisasikan Hasil-Hasil Litbang Pertanian Kepada Petani di Wilayah Perbatasan

Aktifitas Puslitbangbun Artikel Kakao Berita Perkebunan Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Empat orang peneliti Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) yaitu Ir. Dibyo Pranowo, Ir. Saefudin, Ir. Maman Herman dan Tajul Iflah, S.P., M.Si melakukan sosialisasi hasil-hasil litbang pertanian kepada petani perkebunan di wilayah perbatasan (8-10 Nopember 2018). Dalam acara sosialisasi tersebut telah hadir sebanyak 55 orang petani dari Desa Pengadang dan Desa Soto Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat dengan ketua kelompoknya dan dua orang petugas PPL Fajar dan Desta serta satu orang dari BPTP Kalimantan Barat Ir. Azri.

Inovasi teknologi perbenihan yang disampaikan mengenai varietas unggul kakao, kebun sumber benih dan benih tersertifikasi. Pada acara tersebut juga diserahkan benih kakao tersertifikasi sebanyak 10 000 dari PT. Hasfarm Niaga Nusantara sebagai pemilik kebun induk kakao di Sulawesi Tenggara yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Perkebunan atas nama Menteri Pertanian.
Inovasi teknologi budidaya kakao yang disampaikan mengenai pentingnya pemakaian pestisida nabati dan pupuk hayati ramah lingkungan yang telah dihasilkan oleh peneliti-peneliti Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Juga disampaikan mengenai teknik sambung samping pada tanaman kakao dewasa untuk memperbaiki keragaan tanaman kakao yang kurang produktif. Inovasi teknologi pasca panen kakao yang disampaikan mengenai teknik fermentasi dan model pengolahan kakao yang dapat menghasilkan cita rasa kakao yang baik.

Di akhir acara sosialisasi dilakukan diskusi tentang serangan hama dan penyakit kakao yang menyebabkan penurunan produksi dan mutu hasil kakao, kemudian rendahnya harga biji kakao yang menyebabkan sebagian petani kakao beralih fungsi ke budidaya tanaman kelapa sawit. Kegiatan sosialisasi inovasi teknologi budidaya dan pasca panen kakao telah membangkitkan gairah petani untuk kembali mengusahakan tanaman kakao dan memperbaiki budidaya tanaman kakao yang tidak terawat.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *