Peneliti Balittas berkunjung ke Sugar Research Australia

Aktifitas Puslitbangbun Artikel Tebu Berita Perkebunan

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Australia adalah salah satu negara yang pantas menjadi kiblat penelitian tebu dunia. Hal ini tercermin dari peningkatan hasil tebu yang sangat signifikan. Dalam periode 57 tahun, dari tahun 1942 s.d 1998, produksi gula meningkat dari 50 ton/ha menjadi 95 ton/ha, yang merupakan peningkatan hampir 100%. Bila dikaji lebih jauh, rata-rata peningkatan produksi gula pertahunnya adalah 0.75 ton/ha/tahun. Bahkan saat ini (MT 2014, saat kunjungan dilakukan) rendemen tebu di daerah Burdekin, Queensland bisa mencapai 17.5%.

Dalam rangka mempelajari sukses stories program pemuliaan tebu yang telah dilakukan oleh para peneliti Australia, peneliti Balittas, Dr. Bambang Heliyanto mengunjungi 2 key institutes yang melakukan penelitian tebu, yakni (1) Sugar Research Australia (SRA), yang sebelumnya disebut Bereau of Sugar Research Experiment Station (BSES) dan 2) Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO).

Beberapa Research Stations dibawah SRA (BSES) yang sempat dikunjungi adalah SRA Breeding station di Meringa, Cairns, SRA disease station di Tully, SRA Breeding Station di Burdekin, SRA Breeding Station di Mackay dan SRA Pest and Disease station di Woodvord. Sedangkan Research Institutes di bawah CSIRO yang sempat dikunjungi adalah University of Queensland di Santa Lucia dan ATSIP di Townsville.

Hasil kunjungan ke key institute penghasil teknologi tebu di Australia menghasilkan beberapa luaran penting yang dapat membantu atau dijadikan acuan dalam menyusun program perakitan tebu di Indonesia kedepan, yaitu : 1) Strategi program perakitan varaietas unggul tebu untuk produksi dan rendemen serta tahan hama penyakit utama, 2) Kerjasama penelitian dengan peneliti SRA/CSIRO (Dr. Phillip Jackson), 3)Informasi mengenai peralatan untuk penelitian tebu dan 4) metode diseminasi tebu yang dilakukan di Australia.

Kunjungan ini untuk mendukung program swasembada gula yang dicanangkan pemerintah c.q. Kementerian Pertanian. Disamping itu juga mengembalikan citra Indonesia sebagai penghasil varietas tebu POJ 2878, yang sempat mendunia dan dipakai hampir di seluruh dunia. Sebagai tetua dalam program persilangan, maka perlu dilakukan upaya-upaya yang intensif dan terpadu untuk memperbaiki mutu hasil penelitian tebu nasional.

Salah satu cara untuk meningkatkan mutu hasil penelitan adalah dengan peningkatan mutu SDM melalui studi banding program pemuliaan tebu ke negara adidaya tebu. Dengan upaya tersebut diharapkan Indonesia dapat kembali menghasilkan varietas tebu unggul rendemen tinggi yang diakui dunia dan sesuai untuk pengembangan di dalam negeri di lahan marginal.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *