Peneliti Balitbangtan sebagai Nara Sumber pada Konferensi kelapa di Bangkok, Thailand

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Tiga dari enam pembicara pada 48th APCC Cocotech Conference & exhibition di Bangkok, Thailand adalah dari Indonesia. Ketiga peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian tersebut yaitu Ir. Jelfina C.Alouw, M.Sc., Ph.D. dari Puslitbangbun, Dr.Ir. Ismail Maskromo, M.Si., dan Prof. Dr.Ir. Novarianto Hengky, MS. dari Balit Palma.

Jelfina memaparkan “Innovative Strategy of Controlling New Biotype of Coconut Rhino Beetle” untuk menjawab masalah mutasi dari hama Oryctes rhinoceros yang saat ini telah mengembangkan resistensi terhadap Oryctes Nudi Virus (OrNv), agen pengendali hayati yang biasanya efektif mengendalikan hama ini. Masalah resistensi hama sedang dihadapi oleh Guam dan beberapa negara Pacific lainnya. Sementara Ismail menyampaikan makalah yang berjudul “Development of Elite Coconut Planting Materials to Support Local and Coconut Industry’s Demand in Indonesia”. Sedangkan Novarianto menyampaikan makalah berjudul “Bido Tall Coconut The Dumpy as Pollen Source to produve high quality coconut hybrids”. Beberapa jenis Kelapa baru hasil seleksi termasuk kelapa BIDO yang memiliki karakter unik (lambat bertambah tinggi dengan buah yang besar dan kandungan minyak tinggi) menarik perhatian para peserta.

Konferensi Kelapa di Bangkok dibuka dengan resmi oleh H.E. Luck Wajananawat sebagai Deputy Minister of Agriculture and Cooperatives Thailand. Executive Director APCC, Mr. Uron N. Salum dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi tahun ini merupakan konferensi dengan peserta terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan konferensi oleh APCC. Salum menghargai kehadiran peserta sebagai wujud kepedulian terhadap pengembangan kelapa dan mengharapkan agar peserta dapat memanfaatkan konferensi dan pameran ini sebagai salah satu wadah diseminasi hasil-hasil teknologi dan membangun kolaborasi dengan para pelaku usaha dan pemerintah. Materi konferensi dibagi ke dalam 12 sesi dan setiap sesi terdiri atas empat makalah.

Cocotech memiliki mandat sebagai technical panel community kelapa untuk menghimpun dan menyebarkan pengetahuan dan teknologi serta inovasi kelapa untuk diaplikasikan dalam industri global dalam rangka mengembangakan kelapa secara berkelanjutan. Tema dari 48th APCC Cocotech Conference & exhibition tahun ini adalah “ Sustainable Coconut Development through Climate Smart Agriculture, Product Innovation and Advancing Technologies”. Asian Pacific and Coconut Community (APCC) sebagai organisasi kelapa internasional menyelenggarakan konferensi ini setiap dua tahun. Pada tahun ini konferensi dilaksanakan di Bangkok, Thailand pada 20-24 Agustus 2018. 450 peserta yang terdiri dari para pelaku usaha/industri, peneliti, dosen, pemerhati dan organisasi kelapa nasional dan internasional dari 30 negara hadir dalam konferensi ini. Peserta dari Indonesia meliputi Ditjenbun, Kementerian Perdagangan, Universitas, Puslitbangbun, Balit Palma, Pengusaha dan pemerhati kelapa serta KOPEK (Koalisi penghasil kelapa).

Disamping konferensi dengan waktu yang sudah ditetapkan, panitia juga memfasilitasi pertemuan terbatas dengan para ahli teknis dan industri serta pemasaran agar informasi secara komprehensif dan saran yang diharapkan dari para ahli bisa didapatkan. Peserta dari Indonesia memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan Dr. Carlos Oropeza, senior researcher CICY, Mexico terkait mikro propagasi benih kelapa dengan plumule dan floral explants. Disamping itu, aplikasi alat deteksi Phytoplasma, penyebab penyakit yang mematikan kelapa, dengan menggunakan dipstick yang mudah dilakukan di lapangan serta relative murah menjadi salah satu topik diskusi dengan Dr. Jimmy Botella, Prof. of Plant Biotechnology, School of Agriculture and Food Science, University of Queensland, Australia. Sejumlah kerjasama di bidang pemuliaan, pemanfaatan kelapa dalam bidang kesehatan dan industri serta pengendalian hama dan penyakit telah dijajaki, baik dengan pemerintah maupun swasta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *