Penderasan Inovasi Teknologi Unggul Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Sektor pertanian terutama perkebunan merupakan penyumbang Product Domestic Bruto (PDB) terbesar kedua. Saat ini sektor perkebunan menjadi perhatian serius pemerintah untuk dikembangkan lebih luas dalam upaya memenuhi permintaan pasar dunia. Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) dan UPT lingkup Puslitbangbun sebagai lembaga penelitian telah menghasilkan sejumlah teknologi antara lain varietas unggul, teknologi budidaya, dan pengelolaan panen dan pasca panen. Tanaman berkualitas tinggi dengan karakteristik unggul antara lain dari sisi produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit, ketahanan terhadap kondisi lingkungan suboptimal, dan memiliki citarasa yang diinginkan serta karakter unggul lainnya serta teknologi pendukungnya perlu didiseminasikan kepada para stakeholders agar dapat dimanfaatkan. Kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan petani perlu dioptimalkan.

Puslitbangbun menyelenggarakan Bimbingan Teknis “Pengembangan Komoditas Strategis Perkebunan “, yang dilaksanakan di Balittri Sukabumi 17-18 Juli 2019. Bimtek tersebut sebagai tindak lanjut kerja sama antara Puslitbang Perkebunan dan Pemerintah Daerah. Pada kesempatan sambutannya, Kepala Bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Ir. Jelfina C Alouw, M.Sc., Ph.D menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah daerah yang hadir dan berharap Bimtek yang memfokuskan pada komoditas Kopi, Kakao, Kelapa, Aren, Lada dan Vanili akan memberikan maanfaat besar terhadap perkembangan dan kemajuan daerah dan wilayah masing-masing. Umpan balik dari peserta yang terdiri atas petani, penangkar dan petugas lapang juga diharapkan sebagai bahan bagi penyusunan program penelitian dan pengembangan ke depan.

Bimtek dihadiri oleh 6 Pemerintah Daerah dari 10 kerja sama yang dilakukan pada tahun 2018, yaitu Pemda Provinsi Sumatera Selatan, Pemda Kabupaten Bangka Barat, Pemda Provinsi Sulawesi Utara, Pemda Provinsi Banten, Pemda Kabupaten Bogor dan Pemda Kabupaten Cianjur dengan total peserta sebanyak 20 orang terpilih.

Narasumber berasal dari Balittri, Balit Palma dan Balittro dengan metode Bimtek pemberian teori dan diikuti dengan praktek. Materi Bimtek meliputi: (1) Sistem pakar deteksi hama dan penyakit kopi arabika berbasis android, (2) Manajemen perbenihan/manajemen budidaya tanaman kopi, kakao, kelapa, aren, lada dan vanili, (3) Praktek perbeihan, (4) Teknologi panen dan pasca panen (bioindustri), dan materi pendukung terkait peluang dan tantangan pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) B100.

Pada akhir sambutannya, Jelfina berharap Bimtek mampu memompa semangat peserta dalam mendiseminasikan teknologi dan ilmu pengetahuan yang diperoleh. Upaya ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama dan dimasa mendatang spektrum peserta dan keikutsertaan pemda lebih meluas. Jayalah Peranian Indonesia. (sae17072019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *